Home / Narasi Islam / Wanita / Antara Hijab, Perempuan, dan Sekian MDPL

Antara Hijab, Perempuan, dan Sekian MDPL

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (doalangit.wordpress.com)

dakwatuna.com –  “Hijab adalah pembebasan dari ketergantungan kosmetik dan topeng. Hijab adalah pembebasan untuk jujur pada hatimu. Hijab adalah pembebas jiwamu dari rantai-rantai duniawi.” (MahdaviRatu yang Bersujud)

Bagi seorang wanita hijab bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan hijab adalah suatu kewajiban bagi seluruh muslimah yang ada di dunia ini. Hal tersebut di perkuat dengan dalil pada Q.S An-Nur : 30-31

 “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa Nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khimar (jilbab)nya ke dadanya” (Q.S An-Nur : 30-31)

Dari dalil di atas sudah sangat jelas perintahnya bahwa wanita muslimah wajib hukumnya menutup auratnya yakni seluruh bagian tubuh kecuali telapak tangan dan muka. Bahkan harus dibiasakan dari kecil memakai hijab yang sesuai syariat agama. Agar kedepannya tetap istiqomah dengan hijab yang menutup auratnya.

Banyak orang bilang bahwa perempuan itu baiknya diam tidak banyak bertingkah. Jangan terlalu banyak aktivitas yang menyalahi qodrat sebagai wanita. Pernahkah anda menemui hal semacam itu? Hal itu sangat wajar. Semua wanita pastiya memiliki kecenderungan ataupun hal yang disukai, dan itu sangat beragam. Ada yang memiliki passion di seni musik, petualangan, sastra, bahkan sampai ke hal-hal yang ekstrem termasuk olahraga ekstrem. Termasuk olahraga hiking atau mendaki gunung. Dan tidak sedikit wanita muslimah yang menyukai olahraga hiking atau mendaki gunung.

Bagi sebagian besar orang, mendaki gunung adalah hobi yang cukup berat karena memutuhkan energi yang banyak, persiapan yang matang, serta fisik yang cukup baik. Dan kebanyakan hobi yang satu ini dilakukan oleh para lelaki. Karena notabene fisik mereka jauh lebih kuat dibandingkan dengan wanita. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa wanita muslimah juga bisa memiliki hobi ini.

Bagaimana wanita muslimah mendaki? Bukankah itu menyalahi qodrat wanita? Ada baiknya kita tidak berpikiran yang negative terlebih dahulu. Wanita muslimah tetap bisa melakukan hobi ini dan hobi-hobi yang lain tanpa harus merubah qodratnya sebagai wanita. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Yang pertama, jaga izzah dan iffah sebagai wanita muslimah. Jaga nama baik dan harga diri sebagai wanita muslimah.  Berlakulah sebagai muslimah yang tegas, tangguh dan kuat. Apa-apa yang menjadi batasan tetap berlaku dimanapun itu. Selalu berpergianlah bersama teman muslimah ataupun teman perempuan. Jika perlu bepergianlah dengan yang mahram, maka itu akan lebih baik.

Persiapkan fisik secara maksimal. Status wanita tidak menjadi penghalang untuk bisa kuat dan buktikanlah bahwa wanita tidak lemah dengan olahraga yang teratur, pola makan yang seimbang dan istirahat yang cukup. Apabila ketiga hal tersebut dilakukan dengan baik, insyaallah cukup sebagai bekal untuk menjadi pendaki muslimah.

Persiapan mental juga sangat dibutuhkan dalam menghadapi segala sesuatu di alam bebas. Karena alam tidak hanya tentang fisik, namun mental yang baik sangat diperlukan. Dan sudah semestinya seorang muslimah harus memiliki mental yang baik. Karena perlu diketahui juga bahwa di alam bebas tidak hanya kita yang menghuni, namun juga ada makhluk lain juga yang menempati alam bebas.

Di atas adalah beberapa point yang bisa dijadikan panduan bagi seorang muslimah yang memiiki keinginan untuk mendaki namun masih ragu untuk melangkah. Tidak ada salahnya menjadi muslimah yang tangguh yang mampu melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh kaum lelaki. Karena sebaik-baik muslim adalah muslim yang tangguh, bukan yang lemah. Wallahu a’lam bishshowaab. (dakwatuna.com/hdn)

Keterangan: MDPL = Meter di atas permukaan laut (red.)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Seorang mahasiswi tingkat menengah yang selalu ingin berbagi kisah, pengalaman, dan ilmu melalui tulisan.

Lihat Juga

Empat Ciri Wanita Penghuni Surga