
Kombinasi proses pembiasan dan pemantulan cahaya matahari oleh butir-butir air hujan menghasilkan pelangi yang indah melengkung di langit. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu adalah warna lengkapnya yang mengungkapkan hakikat warna cahaya matahari. Keragaman warnanya hanya ditampakkan untuk menunjukkan keindahan.

Isyarat-isyarat keurgensian shalat dalam teks-teks Al-Qur’an dan hadits telah ditafsirkan dan diejawantahkan oleh para ulama dari pelbagai dimensi. Bagi pemerhati rahasia dan hakikat shalat, khususnya para sufi, shalat adalah indeks bentuk-bentuk ibadah seluruh makhluk. Olehnya itu, shalat mengumpulkan kesempurnaan ibadah makhluk-makhluk lain.

Setiap ibadah punya multi manfaat. Mereka sarana utama menyampaikan manusia ke tingkat kehambaan, derajat yang paling mulia disandang. Di lain sisi, mereka punya fungsi lain yang kadang tidak terbaca, seperti: fungsi sosial dan medis. Olehnya itu, shalat pun mengantongi peran yang sama.

Kekuasaan Allah dalam penciptaan makhluk-makhluk-Nya amat besar, di antaranya Dia mencukupkan udara yang merupakan kebutuhan terpenting manusia. Allah SWT mengadakannya di setiap tempat di permukaan bumi ini sehingga Anda tidak perlu susah mengumpulkannya, atau memindahkan atau menyimpannya.

Apa pentingnya udara bagi kehidupan kita? Tutuplah hidung dan mulut Anda barang semenit atau dua menit, saat itulah kita mengetahui betapa pentingnya udara bagi hidup Anda, karena udara mengandung oksigen yang Anda butuhkan. Anda tahu bahwa tanpa udara semua manusia akan mati dalam beberapa menit saja, begitu pula dengan hewan yang menghirup udara. Renungkanlah…

Apakah mungkin hewan yang diharamkan punya fungsi kehidupan? Mungkinkah mereka punya tabiat penciptaan yang berlawanan? Mereka di satu sisi haram karena punya dampak negatif terhadap tubuh dan di sisi lain punya misi kehidupan yang mungkin saja belum tersentuh oleh tangan dan pikiran manusia?

Tidak ada entitas kehidupan yang tercipta sia-sia. Sadar akan hal ini, penulis berupaya menyuguhkan tulisan singkat tentang hakikat penciptaan lalat. Makhluk lemah ini sering kali dituding oleh sebagian dari mereka sebagai serangga pembawa sial, kuman penyakit, dan hewan yang cukup mengganggu. Akan tetapi, pernahkah mereka memikirkan hakikat penciptaannya?

Setahun sekali, umat muslim di dunia merayakan Idul Adha, atau biasa disebut sebagai hari raya Qurban yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Selain melaksanakan ibadah haji di Baitullah, umat muslim juga disyariatkan untuk menyembelih hewan Qurban. Mengapa Allah memerintahkan kita untuk menyembelih hewan qurban dan bukannya membagi-bagikan makanan pokok atau yang sejenisnya? Berikut ini adalah salah satu hikmah perintah menyembelih hewan qurban.

”Hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu, Kami tumbuhkan biji-bjian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buah serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (‘Abasa: 24-32)

Sekitar 4.000 tahun lalu, banjir besar melanda Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, wahyu turun pada Nabi Nuh. Ia diperintahkan membuat perahu besar, untuk menyelamatkan manusia dan mahluk hidup lainnya. Seperti dimuat FOXnews, Jumat 30 September 2011, kisah itu menginspirasi sebuah perusahaan kecil di Jepang — negara yang langganan dilanda tsunami.