Topic Archives: Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Membaca dan Penciptaan Kita

Apakah pada wanita terdapat “mani” yang memancar juga? Kisah berikut ini menarik untuk dicermati. Suatu hari Ummu Salamah bertanya, “Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah tak malu mengungkap kebenaran, apakah jika seorang wanita bermimpi, dia wajib mandi?” Rasulullah SAW menjawab, نعم إذا رأت الماء “Ya, jika dia melihat air (dari kemaluannya)”.

Baca selengkapnya »

Khutbah Jum’at: Isra Mi’raj, Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsha

Berita penakulukan itu mulai terlihat sejak dipilihnya Masjid Al-Aqsha sebagai tempat transit Nabi Muhammad saw sebelum beliau mi’râj ke langit dan Sidratil Muntaha. Beliau bahkan sempat mendirikan shalat di sana, berjamaah dengan para nabi dan rasul utusan Allah, bertindak sebagai imam mereka. Bukankah Allah juga sanggup memperjalankan beliau secara langsung dari Masjid Al-Haram di Mekah ke Sidratil Muntaha? Mengapa harus melalui Masjid Al-Aqsha?

Baca selengkapnya »

Khutbah Jum’at: Nestapa Palestina pada Hari Bumi

Seyogianya, Hari Bumi bukan sekadar peringatan akan nestapa yang dialami rakyat Palestina. Namun, menjadi momen bersama untuk menyeru nurani umat manusia agar membantu dan membela bangsa yang masih terjajah dan dirampas tanahnya,agar kembali mendapatkan hak mereka dan hidup merdeka. Memenuhi seruan kemanusiaan ini merupakan sebuah kemestian, bahkan kewajiban antarsesama mukmin, karena sesama mukmin adalah saudara. Allah SWT berfirman,

Baca selengkapnya »

Khutbah Jum’at yang Menggugah

Kebutuhan kita kepada khutbah-khutbah yang menyentuh jiwa dan mengobarkan energi spiritual adalah suatu keniscayaan agar umat ini mendapatkan penyadaran bahwa mereka memiliki tugas dan kewajiban besar untuk membangun dunia dengan landasan ajaran Islam. Khutbah yang tidak menyentuh, atau bahkan yang sama sekali tidak memiliki relevansi dengan kondisi sosial budaya masyarakat hanya akan menjadi khutbah-khutbah yang mubadzir.

Baca selengkapnya »

Khutbah Jumat: Akibat Berbuat Maksiat

Jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan senoktah hitam. Jika dia bertobat dan stighfar, hatinya kembali putih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang Allah sebut dalam ayat, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya yang mereka usahakan itu menutup hati mereka."

Baca selengkapnya »