Topic

Topic Archives: Ketaatan

Lelah dalam Ketaatan

Pernahkah kita merasa lelahnya bertahan dalam ketaatan pada Allah? Saat nafsu dan keimanan berperang dalam batin kita. Yang satu menggoda untuk keburukan, kepada perkara yang tidak ahsan, dan yang satu lagi mendorong untuk bertahan dalam ketaatan, berkata "jangan", karena ia tidak disenangi Allah. Lalu dengan keimanan yang utuh, kita menolak yang buruk dan memenangkan yang baik. Di situlah perjuangan melawan diri sendiri begitu terasa yang kadang membuat diri kita meneteskan air mata.

Baca selengkapnya »

Cantikmu Karena Taatmu

Rian berjalan mengambil tas kerjanya. Sambil berjalan dicarinya benda yang tadi sempat dibeli di kios. Istrinya manyun memandangi suami yang ngotak-atik isi tas kerja. “Nah iniiii diaaaa...bunga lili diuber khusus buat Umi. Hehe” seru Rian girang sembari menunjukkan bunga lili. “Jadi pulang telat tadi nyari ini juga tadi Bi?” tanya istri lagi. Dijulurkan tangan kanannya menerima bunga dari Rian. “U um Mi..hihi maaf yah sudah kelipat lipat Mi”. Tangkai bunga lili digengam istri dengan perlahan. Lupa sudah dengan rasa lapar. Hanya senyum yang terukir lebar.

Baca selengkapnya »

Bagaimana Bentuk Ketaatan Kita Kepada Pemimpin?

Kita taat bila pemimpin kita memerintahkan atau menetapkan aturan yang tidak menyebabkan kita menjauh dari Allah dan tidak membuat kita bermaksiat kepada Allah. Bila ketetapan atau perintah pemimpin kita melanggar hal ini, tentu saja kita tidak wajib menaatinya. Sikap sebagai seorang Muslim tidak sebatas sampai di situ. Kita tidak diajarkan untuk membenci saja. Tapi yang pertama sekali harus dilakukan adalah mengingatkan.

Baca selengkapnya »

Memesona dalam Taat

“Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak!” begitulah ungkap Ustad Salim A Fillah. Taat kepada Allah akan menghantarkan kita pada keajaiban-keajaiban yang mempesona di luar prasangka. Dalam taat, apapun masalah akan teratasi. “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar bagi-Nya” (QS. At-Talaq: 2). Dalam taat yang menyeluruh, patuh yang utuh, selalu ada jalan keluar yang bisa kita tempuh. Dan Allah akan hadirkan jawaban-jawaban yang mempesona dalam sebagai buah taat pada-Nya.

Baca selengkapnya »

Engkau Mulia Bila Menaati-Nya

Pada dasarnya manusia hidup hanyalah sedang menari dalam alunan takdir. Ujian baik musibah maupun kesenangan akan datang silih berganti. Hari ini mungkin wanita diuji dengan kehadiran suami idaman hati. Hidupnya penuh kebahagiaan dan kesenangan. Masa-masa menjadi pengantin baru begitu indah dirasakan. Esok lusa bisa jadi semua berubah. Kenikmatan bisa jadi berubah kepedihan. Kesenangan bisa jadi berubah menjadi kesusahan. Tawa bisa saja berubah airmata. Mungkin karena perselingkuhan, suami menikah lagi, perceraian, kecelakaan atau kematian. Tak ada seorangpun yang tahu.

Baca selengkapnya »

Kurban, Realisasi Ketaatan

Masih ada waktu bagi kita untuk memperbaharui niat dan semangat kita, untuk bisa berkurban menyembelih binatang kurban di hari raya Iedul Adha tahun ini. Bersegera, tidak menunda kebaikan manakala Allah sudah menyelipkan niat baik di dalam hati kita. Segera kuatkan tekad, realisasikan dengan perencanaan dan manajemen sumberdaya dengan baik. Jangan biarkan setan memalingkan niat baik yang sudah tertanam. “Sesungguhnya Kami telah memberi kebaikan yang banyak kepadamu, maka sholat dan berkurbanlah. Dan orang-orang yang membencimu itulah yang terputus”. (QS Al-Kautsar: 1-3).

Baca selengkapnya »

Jujur Itu Taat

Jika jujur itu taat, maka lewat berbagai kejujuran kita tunjukkan ketaatan kita kepada Rabbul Izzati. Membiasakan hidup jujur demi meraih ketaatan di sisinya yang akan berbuah kemanisan iman yang tak terkira bagi orang yang merasakannya. “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat” (HR Bukhari)

Baca selengkapnya »

Tadabbur Surat Al-Baqarah Ayat 246-252: Thalut, Dawud, Jalut; Anugerah Kepemimpinan, Seleksi Ketaatan dan Runtuhnya Mitos Kezhaliman

Ia terlalu silau dengan popularitasnya. Ia terbius oleh angin puji-puji yang tak sekalipun menyinggung kekurangannya. Tak ada yang berani mengkritiknya. Tak ada yang berani melawan titahnya. Ia terbiasa mendengar paduan kata ketundukan. Telinganya selalu mendengar ketundukan padanya tanpa tahu apa motif ketundukan tersebut; loyalitas atau kemunafikan.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization