Topic Archives: Ikhwanul Muslimin

Awal Kelahiran Ikhwanul Muslimin, Hari di Mana Semuanya Bermula

Hasan bin Abdurrahman Al-Banna, pemuda dua puluh dua tahun yang santun lagi memesona itu kemudian menyampaikan kata-kata kepada keenamnya; “Kita adalah saudara (ikhwah) dalam berkhidmat untuk Islam. Maka dengan demikian, perkumpulan kita selayaknya disebut Al-Ikhwanul Muslimin”. Mereka semua bersyukur. Hari-hari ke depannya mungkin tak akan berjalan mudah. Tapi mereka telah memulainya. Dan mereka yakin, Allah akan menolong perjalanannya.

Baca selengkapnya »

Andaikan Salafy dan HT Bersikap Seperti Salafus Shalih dan Khalifah ‘Ala Minhajin Nubuwwah

Di kalangan arus bawah, kita disuguhkan fenomena "kritik berlebihan" kelompok Salafy dan Hizbut Tahrir terhadap Ikhwanul Muslimin. Namun saat ini, kita paham siapa yang justru paling dinistakan oleh penguasa kudeta As-Sisi di Mesir? Tiada lain, hanya Ikhwanul Muslimin. Malah kelompok Salafy melalui Ketua Partai An-Nour dan Jubirnya, memanas-manasi suasana. Di antaranya, sebutan kepada Ikhwanul Muslimin sebagai Khawarij. Malah kelompok Salafy An-Nour turut serta dalam umrah bersama Mendagri Mesir, yang diketahui "membantai" jamaah shalat Shubuh di Rab'ah, depan Garda Republik, dan Ramses.

Baca selengkapnya »

Menakar Daya Tahan Generasi Ketiga Ikhwanul Muslimin

Apa yang menjadi pendorong soliditas kader-kader muda Ikhwan? 1. Ruh al-hurriyyah. Jiwa merdeka. Enggan menjadi budak yang menghambakan diri pada penguasa lacut. 2. Ruh at-tamkin. Jiwa prestatif. Mereka adalah generasi yang sudah teruji di setiap aksi. Sejak lama terlatih menjadi pelayan umat dan pengabdi masyarakat. 3. Ruh al-qudwah. Jiwa keteladanan. Mereka meneladani sepak terjang baginda Nabi, shahabat, tabiin, salafus shalih. Tidak hanya dalam ritual, namun hingga pada pengorbanan.

Baca selengkapnya »