Home / Bambang Prayitno

Bambang Prayitno

Anggota Keluarga Alumni KAMMI.

Surat  untuk Aleppo

Aleppo

Aleppo, Apa kabarmu. Semoga kau tetap tegar dengan seluruh peristiwa yang terjadi. Lidahku kelu menyaksikanmu. Tangis dari seluruh penduduk bumi seakan-akan bermuara di lorong-lorong kotamu. Aleppo, kekasihku. Kau menjenguk hatiku pada dingin subuh yang tiba-tiba. Dengan serangkai debu, darah dan air mata. Menyatu dan berkumpul. Di barak pengungsian, di puing reruntuhan, di selasar Balai kota.

Baca selengkapnya »

Awal Kelahiran Ikhwanul Muslimin, Hari di Mana Semuanya Bermula

Hasan bin Abdurrahman Al-Banna, pemuda dua puluh dua tahun yang santun lagi memesona itu kemudian menyampaikan kata-kata kepada keenamnya; “Kita adalah saudara (ikhwah) dalam berkhidmat untuk Islam. Maka dengan demikian, perkumpulan kita selayaknya disebut Al-Ikhwanul Muslimin”. Mereka semua bersyukur. Hari-hari ke depannya mungkin tak akan berjalan mudah. Tapi mereka telah memulainya. Dan mereka yakin, Allah akan menolong perjalanannya.

Baca selengkapnya »

Tesla dan Kegilaan yang Pernah Kita Pikirkan

Jika Edmond diklaim karyanya oleh Jean Michel Claude Richard lalu dipidanakan dan dituduh dalam sebuah kasus pencurian yang tak pernah jelas, maka Tesla juga seperti itu; dibayar sangat murah untuk setiap penemuannya, karya-karyanya diklaim berbagai pihak lain berulang-kali, lalu dianggap gila dan sempat dikucilkan dari dunianya. Maka, seperti yang saya katakan tadi. Masyarakat perlu menilik dengan jernih posisinya ketika berhadapan dengan para inovator abad ini. Posisi kita harusnya seperti petani penduduk kota Sainte-Suzanne, yang akhirnya membela Edmond Alesius.

Baca selengkapnya »

Terorisme Harus Lenyap!

Mari kita bergandeng-tangan. Kita tak boleh takut dan kalah pada teror. Kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa, selalu kedepankan sikap toleransi dan kecintaan kita pada saudara sebangsa. Mari bersama kita jadikan Indonesia seperti taman kehidupan yang indah. Tak ada lagi terorisme, tak ada lagi kekerasan.

Baca selengkapnya »

Smart City dan Peradaban Kota

Penerapan kota pintar sepertinya memerlukan sebuah inovasi tambahan dalam bentuk kebijakan atau program; agar masing-masing pemimpin dan penduduk kota bisa mempraktikkan dan melestarikan keshalihan individu dan sosial sebagai sebuah perilaku. Dan saya kira, itulah inti dari smart city (kota pintar) yaitu smart citizen (penduduk yang pintar). Dengan terwujudnya keshalihan penduduk kota, maka sempurnalah peradaban sebuah kota.

Baca selengkapnya »

Proyek Kelahiran

Kesimpulan ceritanya; dengan kondisi negara yang sedang mengalami krisis seperti ini, kita memerlukan hakim yang lembut dan tidak keras menghukum rakyat. Perlu inovasi win-win solution karena kita sedang susah semua. Yang kedua, diperlukan pemimpin dan bendahara yang memiliki integritas, tidak sekadar kampanye penghematan, tapi juga bisa memberikan teladan. Pemimpin boleh saja kaya, tapi sederhana itu soal karakter. Yang ketiga, kita perlu pemimpin yang tak sekedar kata, tapi bisa bekerja menggerakkan rakyat untuk mengatasi masalah.

Baca selengkapnya »

Pilkada Serentak dan Optimisme Masa Depan

Pilkada kali ini harus lebih baik dari percobaan proses politik periode sebelumnya. Beberapa hal masih menjadi ganjalan di beberapa daerah; seperti calon boneka untuk melanggengkan oligarki, netralitas penyelenggara dan lain-lain. Seiring berjalannya proses Pilkada ini kita sudah bisa merumuskan terapi apa yang akan kita terapkan untuk Pilkada serentak gelombang kedua dan seterusnya.

Baca selengkapnya »

Daulat

Kepada mereka berdua. Hari ini saya ingin mengirim pesan; "Gagahlah berdiri, dan berdaulatlah kalian -wahai Jokowi dan Kalla- atas negeri kita sendiri. Atas keputusan kalian sendiri. Buatlah rakyatmu bangga, setelah setahun lebih ini, kita selalu menduga-menduga dengan miris tentang ketidakberdayaan kalian karena tarikan antar kepentingan pengusung dan negara asing yang mengintervensi secara politik dan ekonomi. Buktikan bahwa tidak benar kalian memang tak berdaulat atas diri kalian sendiri. Tidak benar bahwa kalian tak kokoh berdiri. Tidak benar anggapan kejam -tapi kini mendekati fakta- yang dinisbatkan kepada kalian dari banyak kaum terpelajar di negeri ini, bahwa kalian; komparador".

Baca selengkapnya »