Home / Berita / Internasional / Afrika / Innalillahi, Mantan Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Wafat

Innalillahi, Mantan Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Wafat

Muhammad Mahdi Akif, mantan Pemimpin Tertinggi IM (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Kairo. Keluarga Mursyid Am Jamaah Ikhwanul Muslimin, Muhammad Mahdi Akif, mengumumkan wafat sang Mursyid di penjara di Mesir, Jumat (22/09/2013). Hal ini setelah kesehatannya semakin memburuk di usia yang telah mencapai 89 tahun. Sementara itu, muncul kabar bahwa pemerintah Mesir menghalangi prosesi pemakaman jenazahnya.

“Akif selama ini terbaring di Rumah Sakit Qasr El Eyni (RS pemerintah di pusat kota Kairo), setelah kesehatannya semakin memburuk sejak beberapa bulan terakhir,” kata Abdel Moneim Abdel Maqsoud, kuasa hukum Akif. Ia juga menyebut, selama ini tidak ada pemeriksaan kesehatan meski hal itu telah diminta.

Abdel Maqsoud menambahkan, salat jenazah akan dilakukan di masjid rumah sakit. Hal ini akan dihadiri oleh istri Akif, putri, pengacara dan sejumlah kecil keluarganya. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga Akif di Kairo.

“Perwakilan dari kejaksaan Mesir tiba di tempat meninggalnya Akif. Mereka lalu melarang prosedur hukum untuk mengeluarkan izin pemakaman,” lanjut Abdel Maqsoud.

Sedangkan keluarga Akif menyatakan, pengacara telah menerima instruksi dari pihak kemanan untuk menyelesaikan upacara pemakaman pada sore hari, Jumat.

Sementara itu, Juru bicara Jamaah Ikhwanul Muslimin, Ahmed Saifuddin mengatakan, “Pihak keamanan pemerintah kudeta melarang keluarga untuk mensalatkan jenazah Asy-Syahid dengan izin Allah, Ustaz Muhammad Mahdi Akif, mantan Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin. Mereka juga memaksa keluarga untuk memakamkan jenazah pada malam hari. Jamaah menganggap hal itu sebagai penistaan terhadap jenazah Syahid al-Mujahid.”

Jamaah IM dalam keterangannya juga mengecam “pemenjaraan dan perlakuan buruk, terlepas dari penyakit dan lanjutnya usia, mereka sengaja membunuhnya.”

Bahkan jubir IM, Thal’at Fahmy menyebutkan, “Kematian Akif merupakan pembunuhan sistematis dan sebuah kejatahan nyata.”

IM juga menyerukan para putra-putra Jamaah baik di Mesir maupun di luar Mesir. “Untuk menggelar salat gaib pada mantan Mursyid-nya.” Jamaah juga menginstruksikan kantor-kantor perwakilan untuk melakukan hal yang sama. “Ia syahid karena sakit di penjara,” tambah keterangan. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 4,00 out of 10)
Loading...
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Amnesti Presiden Bebaskan 1118 Tahanan Pidana di Mesir