Wilayah Jalur Gaza yang dialiri air laut oleh militer Mesir. (alresalah)
Wilayah Jalur Gaza yang dialiri air laut oleh militer Mesir. (alresalah)

dakwatuna.com – Gaza. Dunia Islam sempat dikagetkan dengan rencana Mesir di bawah pimpinan As-Sisi untuk menenggelamkan wilayah perbatasan Jalur Gaza-Mesir dengan air laut. Rencana tersebut benar-benar dilaksanakan pada pertengahan bulan September tahun silam.

Namun saat ini diberitakan bahwa pompa yang digunakan untuk menarik air laut ke daratan Jalur Gaza itu hilang terhanyut ombak laut. Diberitakan Rassd, Sabtu (9/1/2016) hari ini, ombak besar telah menghanyutkannya tanpa bisa diselamatkan oleh angkatan laut Mesir.

Sumber yang berhasil dihubungi Rassd mengatakan, “Ombak besar yang disebabkan angin kencang hari-hari ini sedang melanda perairan Jalur Gaza dan Mesir. Ombak itu berhasil melepaskan lapisan besi pelindung pompa dan pipa-pipanya. Pompa itu pun tertarik ombak dan tenggelam di laut lepas.”

Sementara itu beberapa ahli memperingatkan pihak Mesir yang telah cerobah menghancurkan terowongan-terowongan dengan menenggelamkan wilayah itu dengan air laut. Tindakan ini menurut mereka bisa menjadi malapetaka lingkungan.

Air laut akan merembes ke dalam tanah, dan bisa mencemari air tanah. Kalau sudah tercampur air laut, maka air tanah sudah tidak layak minum lagi. Padahal sekarang, para penduduk Gaza dan Rafah  (Mesir ataupun Palestina) mengandalkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Militer Mesir di era kudeta dituduh berencana menghancurkan kehidupan di wilayah Gaza dan Rafah. Padahal kalau memang sedang memerangi kelompok bersenjata, caranya bukan dengan menghancurkan sumber kehidupan warga pada umumnya. (msa/dakwatuna)