Topic
Home / Pemuda / Puisi dan Syair (halaman 83)

Puisi dan Syair

Ibu, Aku Pulang…

Ketika peluhku telah mengering, Kuingat senyum itu, Dan tangan ringkihmu yang mulai keriput, Selalu mengusap mesra rambutku. Saat air mataku telah mengering, Kuingat kakimu yang mulai lemah bersujud, Memohonkan ribuan kebaikanku, Setiap saat, setiap detik yang akan kulewati.

Baca selengkapnya »

Mutiara

Wahai Kau Dzat Sang Pemilik jiwa-jiwa nan damai. Membekas di benakku. Atas pinta suci-Mu dulu. Ku Iya kan seruan-Mu. Begitu agung menggema di sudut-sudut negeri. Saat jiwa damaiku memuncak. Membuncah jeritku meratapi Fana ini. Penuh dosa dan angkara murka. Kau ajak aku pada hamparan samudera biru tak bertepi. Diajarinya aku menyelam.

Baca selengkapnya »

Amanah Cinta

Teruntuk Saudaraku. Akhi, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Aku ingin bercerita tentang cinta kepadamu. Cinta yang dulu pernah kita rangkai dan kita ramu. Sepakat dalam kata, cinta adalah anugerah Allah untukku juga untukmu. Ada yang bahagia karena cinta. Tapi juga banyak yang terluka karena cinta. Akhi, Sebagai sahabat aku hanya ingin mengingatkan kita. Untukmu, juga untukku sebagai peran utama dalam hal cinta.

Baca selengkapnya »

Ku tak Ingin Menjadi “Bukan Siapa-Siapa”

Hari ini yang ku nanti... Saat lembaran-lembaran iman saling terpaut, Membentuk garis-garis ukhuwah. Sketsa impian masa lalu, kini nyata terekam dalam pita batinku... Segenggam ghirahMu bagai batu bara menyala pada permukaan tungku, Berkawan dengan api... Saat ku terlelap, bara itu kian menyala! Menyilaukan, Pesonanya memukau menerangi seantero jagat raya, memukau dalam peraduan cintaNya... Lentera-lentera zaman menyatu terselimuti asa-asa tak terperi, Mencipta senyum menyemaikan benih-benih wasilah... Damainya pelita arsy-Mu menggoda, mengusik kelalaianku.

Baca selengkapnya »

Lazuardi Pecah

Lazuardi pecah! Serpihan intan membara, memberangus hangus nurani busuk.. Takbir menggema, mengintip perih jiwa-jiwa menganga tanpa suka cita. Allahu Akbar! Allahu Akbar ! Allahu Akbar! Bulir-bulir bening mengalir deras tak terperi. Allah nyata meridhai kami Lalu apa yang kau takutkan, wahai tikus-tikus kecil? Merengek, menciut ketakutan... Wajahmu membiru kelabu tak seputih salju.

Baca selengkapnya »

25 September 2011

Detik lampau di hari itu, Gelegar iman nan suci merayap sayup kedinginan. LensaMu membidik “bayi-bayi” tengah mengucap janji, Tentang sebuah misi, menuju cahaya Illahi. Berharap tak sekedar klise. Ini bukan tamasya bukan pula sandiwara belaka. Jeritan hatimu menggetarkan makhluk-makhluk tak bernurani.

Baca selengkapnya »

Sepenuh Kasih

Seolah hati diombang-ambing dua samudra, Untuk terus atau bertahan pada ketetapan yang awal. Tidak tahu pasti apa yang sebetulnya diinginkan oleh hati ini, Walau mungkin hati ini punya jawabnya sendiri. Sama tidak tahunya apa yang sebenarnya sedang terjadi, Walau mungkin diri ini punya caranya sendiri untuk mengerti.

Baca selengkapnya »

Kidung Cinta

Menjadi permata baginya... Meski sulit rasanya. Banyak lisan yang jadi perkara... Tapi lebih banyak ia berlapang dada. Pengertian tertanam di jiwa... Umpama semua baik-baik saja. Ahh, masih banyak kekurangan dimana-mana... Meski kutahu tak ada yang sempurna.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization