Home / Siti Patimah

Siti Patimah

Aktif di Lembaga Dakwah Mahasiswa UIN SGD Bandung dan KAMMI UIN SGD Bandung, Lembaga Pers Mahasiswa, kuliah Jurusan Jurnalistik 2009, aktif menulis juga di koran nasional Media Indonesia, anak ketiga dari tiga bersaudara, asal Ciamis Jawa Barat.

Jangan Tanya, Mengapa?

Hari ini hari Ahad, kemarin Sabtu. Di tengah padatnya jadwal kerja Senin-Jum'at, Sabtu-Ahad adalah dua hari yang selalu kutunggu. Jangan tanya, mengapa? Sabtu-Ahad adalah saatnya aku dibina dan membina, tarbiyah. Karena tarbiyah adalah sebuah keniscayaan, karena tarbiyah adalah cinta, karena tarbiyah adalah proses belajar yang menjadi nafas kehidupan.

Baca selengkapnya »

Kader Maya

Inisiatif, menjadi satu barang langka yang aku temukan dalam dirimu. Aku menyaksikan hanya telunjuk yang kau acung-acungkan ke langit. Memekik suara-suaramu atas kegeraman terhadap sebuah ketidaksesuaian. Langkah-langkah gontai kini beradu tanpa semangat-semangat yang dulu kau hujamkan dalam azzammu.

Baca selengkapnya »

Metamorfosis Dakwah Kampus

Pergolakan dakwah kampus seperti mencapai titik nadir yang tak terbantahkan. Kisah 23 tahun lalu, dimana aktifis dakwah kampus turut andil dalam alotnya menegakkan reformasi. Ini menjadi satu dari jutaan alasan bahwa dakwah kampus merupakan elemen yang mampu menjadi tonggak peradaban bangsa ini;perbaikan dan pembangunan.

Baca selengkapnya »

Murabbi Bukan Biro Jodoh!!

Dirinya seperti tak rela jika ada saudara atau saudarinya yang melangsungkan pernikahan. Dia berpikir, “padahal umur si fulan dan fulanah notabene jauh di bawah dirinya”. Sehingga, muncul sosok-sosok kader “keder”. Sehingga, tidak sedikit muncul golongan kader galau karena “cinta”. Dulu lebih populer dengan istilah Virus Merah Jambu (VMJ). Di mana mulai dari warna rambut, warna hati, warna langit, warna mushaf, warna buku dalam pandangan kader semua berubah jadi pink. Melankolis. Itu ilusi. Itu khayal. Itu maya. Itu tipuan. Itu bisikan syaitan.

Baca selengkapnya »

“Stop Tarbiyah!!!”

Sore itu mendung. Badanku yang ringkih setelah 3 pekan bed rest akibat tyfhus, masih terasa agak lemas. Tapi tidak untuk masalah tarbiyah Aku merindukan lingkaran kecil itu. Setelah sekian lama libur semesteran ditambah libur panjang Ramadhan, rasanya ruh ini gersang.

Baca selengkapnya »

Ukhuwah tak Pernah Punya Dusta

Ia berbisik dengan bahasa yang tak direka-reka, Ucapan matamu bahkan mampu berbicara dengan 1000 ungkapan sarat makna, Ukhuwah tak butuh retorika, Modal ukhuwah adalah genderang iman yang menyala, Iman yang menghujam dalam dada, Ukhuwah berkelebat indah bersama rona keikhlasan, Aha, aku menukil nasihat Rasulullah SAW.

Baca selengkapnya »

Kader “Keder”

Ya kader “keder”. Saat iman terkerangkeng kefuturan. Saat jiwa terkungkung virus “dunia”. Saat takwa terperkosa akhlak biadab. Saat intelektual tertelanjangi keangkuhan ruh yang ringkih. Saat azzam teraniaya kepicikan syaitan. Saat ghirah terseret budaya jahiliyah. Saat amal dihantui kejahatan riya. Saat ilmu tergulung derasnya ghazwul fikri. Saat tantangan dakwah terkurung glamournya gaun propaganda yang kerap menjengkelkan.

Baca selengkapnya »

Peka “Menyeka”

Mengerti keadaan orang lain tanpa menuntut dimengerti oleh orang lain merupakan barang langka dewasa ini. Itulah esensi sesungguhnya dari sebuah “kepedulian”. Tapi itulah realita di depan kita, tak bisa hanya dan terus pura-pura buta dengan menutup mata. Harus ada solusi yang diberikan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca selengkapnya »