Home / Ahmad Risani

Ahmad Risani

Gubernur Mahasiswa FKIP Unila 2013-2014, Kepala Kebijakan Publik PD KAMMI BandarLampung, tertarik dengan dunia gerakan, kepenulisan, dan pendidikan. Saat ini, selain aktif di organisasi, ia juga aktif sebagai staf pendidik di salah satu sekolah islam terpadu di Bandar Lampung.

Pendidikan Indonesia Menghadapi Persaingan Global

Indonesia adalah bagian dari masyarakat dunia, yang secara otomatis menjadi peserta kompetisi global, baik dalam bidang politik, ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan, maupun dalam pendidikan. Indonesia memiliki posisi strategis dalam pergaulannya dengan bangsa lain. Sebagai Negara-Bangsa yang majemuk terdiri dari beragam etnis dan budaya membentang dari Sabang sampai Merauke, Indonesia telah lahir menjadi bangsa besar di mata dunia.

Baca selengkapnya »

Intelektual Profetik, untuk Semua Ruang Lingkup Kehidupan [1]

Diperlukan kajian yang mendalam untuk memahami hakikat intelektual profetik secara utuh. Namun secara sederhana, sejatinya intelektual profetik adalah sebuah keniscayaan bagi setiap muslim, terutama aktor gerakan sosial dan mereka yang mengemban amanah di berbagai ranah kebijakan publik. Pertemuan antara nalar akal dan wahyu adalah wujud dari hadirnya ruh islam dalam permasalahan sosial. Dan.. semakin memperjelas bahwa solusi islam adalah tawaran perjuangan

Baca selengkapnya »

Jalan Tengah untuk Islam Nusantara

Dengan melihat Islam sebagai sistem bukan sebagai bagian dari tradisi, maka kita sebetulnya tidak lagi memerlukan ide Islam nusantara. Namun, jika tetap keukeh melihat Islam sebagai tradisi, bukan sebagai syariat (sistem), maka ide islam nusantara tidak relevan menjadi sebuah solusi peradaban. Karena Islam tetaplah Islam yang satu dan sempurna. Tidak mungkin jika hanya menghadirkan tradisi untuk mengatasi beragam persoalan yang kompleks.

Baca selengkapnya »

Gerakan dan Penyikapan Isu

Gerakan mahasiswa, dalam menghadapi isu dan memberikan sikap politik acap tidak didukung oleh mayarakat secara utuh. Persoalan utamanya terletak dari cara mahasiswa membentuk countertype atau argumentasi tandingan untuk mempengaruhi rakyat. Budaya reaksioner yang tanpa kajian mendalam menjadi gaya kerja GM di sebagian wilayah di Indonesia. Belum lagi cara GM yang kerap anarkis cenderung membuat masyarakat antipati terhadap upaya gerakan mahasiswa, sehingga menjadikan rakyat apatis. Sudah semestinya gerakan mahasiswa merambah dunia literasi dan media; menulis opini, esai, atau artikel yang tentunya berkenaan dengan kegelisahan dan keresahan yang tengah dihadapi.

Baca selengkapnya »

Islam dan Rekonstruksi Spirit Kebangsaan

Sudah saatnya kita merekonstruksi spirit kebangsaan dengan menjadikan islam sebagai penyokong. Dengan memberi penjelasan utuh melalui pendidikan kultural bahwa segala gerak kehidupan kebangsaan kita berasaskan nilai-nilai keislaman. Selanjutnya, peran para pemimpin bangsa sangat diperlukan dalam membangun prototype negarawan yang islami juga nasionalis. Dengan begitu, Islam dan semangat kebangsaan akan menjadi budaya masyarakat sekaligus model bagi kepemimpinan nasional.

Baca selengkapnya »

Reposisi Gerakan

Pergerakan harus secara sadar mengalami tranformasi ke arah perjuangan jangka panjang. Perlu adanya simpati dan dukungan mayoritas mayarakat. Bukan justru dipandang sebagai entitas yang aneh – lantaran dinilai sebagai kelompok minoritas. Transformasi yang bertujuan untuk memenangkan opini-opini dan narasi-narasi gerakan yang kompatibel dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian perlahan mayoritas publik akan mendukung kembali gerakan mahasiswa sebagai kesempatan keduanya, sekaligus memastikan bahwa tradisi gerakan tetap akan berlangsung selama-lamanya.

Baca selengkapnya »

Kesatuan Gerakan

Gerakan pemuda dan mahasiswa berbasis Islam pada level identitas tentu berperan penting dalam mengawal dan mengadvokasi isu-isu yang berkaitan dengan identitas Islam. Pada level kepentingan, gerakan Islam tentu memiliki kesamaan kepentingan yang khas dan tujuan yang berasaskan Islam, dengan membentuk agenda-agenda yang bersifat kolektif dan kerjasama yang terpola. Selanjutnya pada tataran yang lebih tinggi, yaitu level kepemimpinan, gerakan Islam memiliki visi yang sama dalam mengawal isu-isu kempemimpinan baik dalam lingkup kampus hingga lingkup yang lebih besar, negara.

Baca selengkapnya »

Menjaga Eksistensi Gerakan

Membangun budaya eksekusi sebetulnya berkenaan dengan agenda yang mampu secara jamaah untuk dilakukan. Berangkat dari grand design sederhana, tapi dapat dilakukan dengan perencanaan yang jelas dan terukur. Semuanya berkaitan dengan target, pelaku, konsep, aliansi/relasi, dana, serta indikator keberhasilan.

Baca selengkapnya »

Menghadapi Sekulerisasi Senyap

Sekulerisasi senyap ini juga merasuk pada level individu, pendidikan kita belum mampu menjamin individu-individu tersebut untuk berkarakter Islami. Kendati sudah dicanangkan pendidikan karakter oleh pemerintah jauh sabanhari - apalagi saat ini muncul konsep revolusi mental – namun tetap “kering” dalam realisasinya. Arus didikan di sekolah bahkan harus berjibaku menghadapi gencarnya tayangan media yang tidak mendidik. Lambat laun akan membentuk karakter individu yang ditransformasi dari trend media sekuler sekaligus liberal.

Baca selengkapnya »