Home / Berita / Internasional / Asia / Ssttt… Negara-Negara Arab Ini Galang Kekuatan Bersama Israel untuk Lawan Turki

Ssttt… Negara-Negara Arab Ini Galang Kekuatan Bersama Israel untuk Lawan Turki

Erdogan dan pendukungnya (arabi21.com)
dakwatuna.com – London. Direktur Badan Intelijen Israel (Mossad) Yossi Cohen melakukan pertemuan dengan sejabat dari Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Arab Saudi bulan lalu. Menurut laporan Middle East Eye (MEE), pertemuan ‘rahasia’ itu bertujuan untuk membendung hegemoni Turki di Kawasan Timur Tengah.

Melalui artikel yang ditulis oleh Pemimpin Redaksi MEE, David Hearst disebutkan, negara-negara Arab itu bersama dengan Israel tengah menyiapkan mekanisme penerimaan kembali Presiden Rezim Suriah Bashar al-Assad ke pangkuan Liga Arab.

Lagi-lagi, menurut Hearst, langkah tersebut dilakukan guna memarginalisasikan pengaruh Turki dan Iran di kawasan tersebut.

Masih menurut Hearst, pertemuan negara-negara itu dilakukan ketika tensi hubungan Saudi dan Amerika Serikat (AS) menurun akibat kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Diketahui, jurnalis 59 tahun itu dibunuh saat berada di Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober silam.

Negara-negara tersebut, imbuh Hearst, sepakat menggelar pertemuan rahasia bulan lalu di salah satu ibu kota negara Teluk. Pertemuan itu dihadiri oleh pejabat intelijen masing-masing, termasuk Yossi Cohen dari Israel.

Dalam pertemuan tersebut, semua yang hadir sepakat Turki adalah musuh militer utama mereka di Kawasan. Mereka juga membahas langkah-langkah yang tepat untuk membendung Turki.

Perwakilan Israel mengatakan, Iran sangat mungkin ditekan secara militer. Sementara Turki memiliki kemampuan lebih kuat daripada Iran.

“Kekuatan Iran itu rapuh, sementara ancaman sesungguhnya justru datang dari Turki,” kata Cohen, seperti dikutip Hearst.

Lebih lanjut menurut Cohen, empat negara itu menyepakati empat langkah bersama. Pertama, membantu Presiden AS Donald Trump dalam upayanya menarik pasukan AS dari Afghanistan.

Langkah kedua dilakukan dengan mengendalikan kelompok Sunni di Irak. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi pengaruh Turki pada aliansi Poros Nasional, koalisi Sunni terbesar di Parlemen Irak.

Selanjutnya langkah ketiga adalah menghidupkan kembali hubungan diplomatik dengan Bashar al-Assad di Suriah. Diketahui, negara-negara Arab memutus hubungan diplomatik ketika perang saudara pecah di Suriah 2011 silam.

Sementara langkah keempat dilakukan dengan membantu milisi Kurdi yang saat ini tengah menghadapi ancaman Turki melalui operasi militer di timur sungai Eufrat. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Arab Saudi Bantah Berencana Buka Kembali Kedubes di Damaskus

Organization