Home / Berita / Internasional / Asia / 100 Hari Masa Pemerintahan, Erdogan Berhasil Wujudkan 340 dari Total 400 Program Kerja

100 Hari Masa Pemerintahan, Erdogan Berhasil Wujudkan 340 dari Total 400 Program Kerja

Presiden Recep Tayyip Erdogan,. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan keberhasilan pemerintahannya dalam mewujudkan 340 proyek selama 100 hari masa pemerintahan. Menurutnya, pemerintahan Turki telah mencanangkan 400 program yang menjadi fokus dalam 100 hari pertama.

Dilansir dari Anadolu Arabic, hal itu ia sampikan saat berpidato di Kantor Kepresidenan di Ankara dalam rangka 100 hari masa pemerintahannya, Kamis (13/12/2018).

“Kami sukses menjalankan 340 dari 400 program kerja 100 hari pertama,” kata Erdogan.

Dari fakta tersebut, artinya pemerintahan Erdogan berhasil mewujudkan 97 persen program kerja pemerintahannya. “Meskipun banyak sekali persoalan yang kita semua hadapi,” terangnya.

Selanjutnya, Erdogan juga membeberkan target pemerintahannya dalam 100 hari kedua. Menurutnya, akan ada 454 program kerja yang harus dilaksanakan.

“Program kerja itu bernilai sekitar 4,5 miliar dolar,” sebut Erdogan.

Lebih lanjut Erdogan menegaskan pihaknya berniat membangun pusat-pusat profesional di seluruh perguruan tinggi di Turki. Hal itu dimaksudkan untuk membantu para pemuda Turki dalam menentukan masa depan mereka.

Erdogb juga menyebut akan membentuk badan pemberantasan pekerja di bawah umur di seluruh Turki yang terdiri dari 81 provinsi.

“Kita akan memulai menerapkan visi-misi kepresidenan untuk lima tahun. Say yakin hal ini akan menjadi peta jalan untuk masa-masa mendatang,” ujarnya.

Diketahui, Erdogan menjadi presiden Turki pertama dalam sistem konstitusi baru yang diterapkan oleh negara itu. Erdogan terpilih secara demokratis dalam pemilihan presiden yang digelar bulan Juni lalu. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Arab Saudi Bantah Berencana Buka Kembali Kedubes di Damaskus

Organization