Home / Berita / Internasional / Asia / Terkait Pembebasan Pastor AS, Washington: Tak Ada Deal Apapun dengan Turki

Terkait Pembebasan Pastor AS, Washington: Tak Ada Deal Apapun dengan Turki

Pastor AS Andrew Brunson sesaat sebelum bertolak dari Turki menuju AS. (BBC)
dakwatuna.com – Washington. Pastor asal Amerika Serikat (AS) Andrew Brunson bertolak dari Turki menuju ke negaranya. Hal itu setelah Pengadilan Turki mencabut status tahanan rumah dan pencekalan terhadap dirinya, Jumat (12/10/2018).

Brunson tampak dijemput pesawat militer AS di Provinsi Izmir, Turki, beberapa jam setelah keputusan pengadilan. Ia kemudian dibawa ke Jerman, sebelum menuju AS.

Banyak pihak menduga, pembebasan Brunson oleh Turki karena adanya kesepakatan antara Ankara dan Washington. Brunson sendiri telah menjalani hukuman sebagai tahanan rumah sejak ditangkap pihak berwenang Turki pada Desember 2016 lalu.

Polemik hukuman terhadap Brunson berdampak pada hubungan diplomatik antara Turki dan AS. Seperti diketahui, hubungan kedua negara ini memanas setelah Turki enggan memenuhi permintaan Washington untuk segera membebaskan Bruson.

Krisis hubungan meluas hingga sektor ekonomi dan membuat mata uang Turki anjlok ke titik terendah dalam beberapa waktu terakhir.

Dari Washington, Presiden AS Donald Trump membantah adanya ‘deal’ antara negaranya dengan Turki terkait pembebasan Brunson. Ia juga menyebut akan menyambut kedatangan Pastor AS itu di Gedung Putih, Sabtu (13/10) hari ini.

“Kami ada pembicaraan dengan Turki, tapi tidak ada kesepakatan apapun,” kata Trump membantah tuduhan.

Melalui Twitter-nya, Trump juga menyebut telah mengerahkan “segala daya dan upaya” untuk Brunson.

Hal senada juga pernah disampaikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Beberapa waktu lalu, ia menegaskan hukum di negaranya independen.

“Sebagai presiden, aku tidak punya wewenang apapun untuk memerintahkan pembebasan Brunson,” aku Erdogan kala itu.

Pembebasan Brunson bukan akhir dari polemik dalam hubungan Turki dan AS. Sebelumnya, Menlu AS Mike Pompeo juga mendesak agar Ankara segera membebaskan pastor-pastor AS lainnya yang masih ditahan. Selain juga warga Turki yang bekerja untuk misi diplomatik AS di negara itu. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Lagi, Turki Kirim Tentaranya ke Suriah