Home / Berita / Internasional / Asia / Inggris Deklarasikan Dukungan untuk Muslim Rohingya

Inggris Deklarasikan Dukungan untuk Muslim Rohingya

Bendera Inggris. (Anadolu)
dakwatuna.com – London. Menteri luar negeri Inggris memulai kunjungan dua hari ke Myanmar. Kunjungan itu bertujuan untuk menekan pemerintah Myanmar atas kekejaman oleh militernya terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Jeremy Hunt akan memulai lawatannya dengan bertemu Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi pada Kamis, kata pernyataan pemerintah Inggris.

“Selama kunjungan ke Burma (Myanmar), Menlu Hunt akan mengunjungi Asosiasi untuk Bantuan Tahanan Politik guna berbicara dengan pembela hak asasi manusia dan mengunjungi Rakhine utara, daerah di mana ribuan Rohingya melarikan diri,” kata pernyataan seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.

Berbicara pada hari pertama kunjungannya, Hunt mengumumkan “dukungan tambahan dari Inggris untuk mengumpulkan bukti bagi para korban Rohingya yang telah menderita kekerasan seksual dari anggota militer Burma di Rakhine.”

“Misi pencarian fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkap penderitaan yang mengerikan di Burma, dan dalam menghadapi tuduhan serius seperti itu, tidak ada negara yang menganggap dirinya manusiawi boleh mundur dan tidak melakukan apa-apa,” kata Hunt.

“Kami bertekad untuk melakukan semua yang kami bisa untuk memberikan keamanan, martabat dan keadilan kepada para korban. Ini akan menjadi perjalanan panjang, tetapi dimulai dengan kondisi mereka sekarang,” tambahnya.

Hunt menggarisbawahi bahwa Inggris telah “memberikan konseling dan dukungan psikologis kepada lebih dari 10.000 wanita dan membantu bidan untuk memberikan perawatan kepada lebih dari 53.000 wanita,” yang kesemuanya korban kekerasan seksual oleh militer Myanmar.

Hunt yakin, dukungan “bagi mereka yang telah menjadi korban tindakan keji ini” akan meningkat.

“Ini akan termasuk penempatan tambahan dari Tim Pelaksana PSVI [Preventing Sexual Violence Initiative] pada akhir 2018, pengembangan kode etik untuk mengumpulkan bukti, dukungan untuk mekanisme koordinasi yang ditingkatkan, dan peningkatan kapasitas yang lebih besar.”

Hunt mengadakan pertemuan di London pekan lalu dengan perwakilan dari komunitas Rohingya dari Bradford. Di sana, ia mendengar cerita tentang penganiayaan yang mereka hadapi di Rakhine, kata pernyataan itu.

Awal bulan ini Hunt mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Inggris “berkomitmen” untuk memastikan bahwa para pelaku kekejaman di Myanmar menghadapi pengadilan. Ia juga bertekad akan mengangkat isu-isu yang disorot oleh laporan Misi Pencari Fakta PBB terbaru dengan Suu Kyi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah