Home / Berita / Internasional / Asia / ‘Dunia Gagal Hentikan Tragedi Rohingya’

‘Dunia Gagal Hentikan Tragedi Rohingya’

Pengungsi Rohingya. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Washington. Dunia gagal menghentikan tragedi Rohingya di Myanmar, di mana ratusan ribu orang harus diusir dari rumah mereka dengan api, perkosaan dan pembunuhan, kata seorang utusan AS, Senin (30/07).

Hal itu disampaikan oleh Kelley Currie, Perwakilan AS untuk Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, selama 70 tahun terakhir dunia berkali-kali mengatakan ‘tidak pernah lagi’ terhadap peristiwa di Rwanda, Bosnia dan Darfur. Bahkan menyebutnya sebagai ‘ironi yang menyedihkan’.

Dia berbicara di panel yang diselenggarakan oleh lembaga “wadah pemikir” yang berbasis di Washington, Heritage Foundation, seperti dikutip dari Anadolu.

“Tempat-tempat ini selalu menghantui sebagai kegagalan kolektif kita semua,” kata Currie.

Currie, yang juga berspesialisasi dalam bantuan kemanusiaan dan hak asasi manusia, dengan tegas menyoroti kegagalan dunia dalam menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

“Kami semua menyaksikan pada bulan Agustus 2017, September 2017, minggu ke minggu dengan penuh kengerian,” imbuhnya. Ini mengacu pada dua serangan besar terhadap Muslim Rohingya oleh militer Myanmar.

Sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 750.000 pengungsi, kebanyakan wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh. Setelah sebelumnya pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas, menurut Amnesty International.

Setidaknya 9.400 orang Rohingya tewas di Rakhine dari 25 Agustus hingga 24 September tahun lalu, menurut Dokter Lintas Batas.

Dalam laporan yang diterbitkan Desember lalu, kelompok kemanusiaan global mengatakan kematian 71,7% atau 6.700 orang Rohingya disebabkan oleh kekerasan. Termasuk 730 anak-anak di bawah usia 5 tahun. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kantor Kedutaan AS di Ankara Ditembak Orang Tak Dikenal