Home / Berita / Internasional / Asia / Angka Kelaparan di Dunia Meningkat, Berikut Sebabnya

Angka Kelaparan di Dunia Meningkat, Berikut Sebabnya

Seorang pria tua jatuh ke tanah akibat kelaparan di kota Tahita di provinsi Yaman Hodeidah. (Aljazeera)
dakwatuna.com – New York. Jumlah angka kelaparan di tahun kemarin meningkat menjadi 821 juta orang, yang artinya satu dari setiap sembilan orang. Demikian sebagaimana dikatakan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Dalam laporannya yang dirilis Selasa (11/09) kemarin, FAO menyebut lebih dari 151 juta anak mengalami stunting. Angka-angka tersebut, imbuhnya, membuat upaya PBB menghilangkan kelaparan pada tahun 2030 mendatang menjadi sulit.

Selain itu, obesitas pada orang dewasa juga semakin parah. Jumlah orang menderita obesitas sekitar 672 juta orang, di mana sebagian besarnya dari Amerika Utara.

Laporan tersebut ditinjau langsung oleh juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Steven Dujarric di New York. Menurutnya, laporan itu merupakan hasil dari upaya banyak lembaga internasional.

Dujarric menjelaskan, selama tiga tahun berturut-turut terdapat peningkatan jumlah angka kelaparan.

Laporan juga mengungkapkan bahwa satu dari tiga wanita usia subur menderita anemia. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan kesehatan wanita dan anak-anak mereka.

Peta kelaparan dunia terkonsentrasi di berbagai wilayah di tiga benua; Afrika, Amerika Selatan dan Asia. Untuk Afrika bahkan hampir seperlima penduduknya menderita gizi buruk.

Sebab

Sejumlah keadaan disebut-sebut menjadi penyebab meningkatnya angka kelaparan. Sebab terpenting antara lain variabilitas iklim yang mempengaruhi curah hujan dan musim, serta cuaca ekstrem seperti kekeringan dan banjir, yang dapat merusak tanaman pokok seperti gandum beras dan jagung.

Bagian dari solusi, menurut laporan itu, adalah untuk membuat lebih banyak upaya untuk mengamankan teknologi pertanian yang akan lebih beradaptasi dengan variabilitas iklim untuk menjamin perlindungan tanaman pertanian.

Konflik bersenjata seperti di Yaman dan Suriah juga disebut sebagai salah satu yang memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan angka kelaparan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

[Video] Diplomat UEA Disebut Pembunuh dan Penjahat Perang