Home / Berita / Internasional / Asia / Palestina Desak Kejahatan Penjajah Israel di Gaza Diinvestigasi

Palestina Desak Kejahatan Penjajah Israel di Gaza Diinvestigasi

Pawai Kepulangan disebut akan mengganggu Deal of the Century. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – New York. Delegasi Tetap Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Dewan Keamanan untuk membentuk komite investigasi kejahatan penjajah Israel. Selain itu Otoritas Palestina juga akan mengajukan tuntutan kepada Dewan HAM PBB terkait hal serupa.

Riyadh Mansour, seperti dilansir Aljazeera.net, Ahad (21/04/2018) mengatakan, penjajah Israel terus melakukan kejahatan di Gaza selama empat pekan berturut-turut. Ia menegaskan, Otoritas Palestina akan mendesak untuk dibentuk tim investigasi terhadap kejahatan tersebut.

Lebih lanjut, Mansour menyatakan penolakan kelompok Arab agar Israel dimasukkan ke tim investigasi. Menurutnya, tim yang akan dibentuk harus independen dan netral.

Riyadh Mansour juga menyampaikan salam dan apresiasi kepada kegigihan warga Gaza dan 20 korban dalam peringatan Hari Nakbah kemarin. Selain itu, ia juga mengapresiasi kelompok Yahudi anti-zionis yang berdemonstrasi di depan perwakilan Israel di PBB.

Yahudi Anti-Zionis

Tidak jauh dari Markas PBB, ratusan warga Yahudi menggelar demonstrasi di depan kantor perwakilan Israel, Jumat (21/04). Kelompok Yahudi anti-zionis ini menyuarakan hak-hak warga Palestina dan menolak pendirian negara Israel.

Lebih lanjut, mereka juga menilai pendirian negara Israel sama saja mempersempit Yahudi dari sebuah agama kepada kebangsaan.

Sementara itu, sebanyak empat warga Palestina syahid dan 445 lainnya terluka dalam sebuah serangan pasukan zionis Israel. Bentrokan terjadi masih dalam rangka ‘Pawai Kepulangan’ yang telah memasuki empat pekan secara beruntun.

Hingga saat ini, 39 warga Palestina syahid dan ribuan lainnya terluka akibat tindakan represif pasukan penjajah. Aksi damai dengan tajuk ‘Pawai Kepulangan’ pertama kali digelar pada 30 Maret lalu. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Sekjen PBB Bahas Perdamaian di Yaman dengan Putra Mahkota Saudi