Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Ditekan Trumph dan Israel, Mesir Batal Ajukan Resolusi Pembekuan Permukiman Yahudi

Ditekan Trumph dan Israel, Mesir Batal Ajukan Resolusi Pembekuan Permukiman Yahudi

Sidang DK PBB di New York (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Palestina. Donald Trumph dan Israel dikabarkan memberikan tekanan yang berakibat penundaan usulan resolusi pembekuan permukiman Yahudi oleh Mesir dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang dijadwalkan kemarin (22/12/2016).

Sebagaimana diberitakan Aljazeera (23/12/2016), sumber tingkat tinggi dari kalangan diplomat Arab di Washington menyatakan bahwa Mesir tiba-tiba menunda agenda voting atas rancangan Resolusi DK PBB tersebut di bawah tekanan Israel yang ingin menggagalkannya. Posisi Mesir itu bahkan kemudian dinilai sebagai bentuk kemunafikan paling tinggi.

Dari pihaknya Mesir mengungkapkan bahwa presidennya, Abdul Fatah as-Sisi telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Donald Trumph pada Kamis kemarin dan menyepakati untuk membicarakan kembali rancangan resolusi itu ke depannya.

Jubir Presiden Mesir, ‘Ala Yusuf, menyatakan bahwa Sisi dan Trumph sepakat untuk memberikan pemerintah AS yang baru di bawah kepemimpinan Trumph untuk mempelajari secara utuh isu Palestina-Israel.

Meskipun demikian, empat negara anggota DK PBB lainnya yang juga mempunyai hak mengajukan rancangan resolusi itu telah mewanti-wanti Mesir jika masih menunda mengajukannya pada Jumat ini atau tidak mengajukan jadwal alternatif.

Keempat negara tersebut yaitu Senegal, Venezuela, Selandia Baru, dan Malaysia mengungkapkan bahwa mereka akan tetap mengajukan rancangan resolusi yang mengharuskan Israel menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di Palestina tersebut.

Sejauh ini, pihak Israel mengakui telah memperingatkan pemerintah Obama akan berkomunikasi dengan tim Trumph jika AS tidak menggunakan hak veto menggagalkan resolusi itu. (rem/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization