Home / Berita / Internasional / Asia / Trump Desak Raja Salman Segera Akhiri Pemboikotan Qatar

Trump Desak Raja Salman Segera Akhiri Pemboikotan Qatar

Presiden Donald Trump dan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Presiden Amerika Serikat meminta kepada Raja Arab Saudi agar segera mengakhiri krisis Teluk dan pemboikotan pada Qatar yang telah berlangsung hampir satu tahun.

Dilansir dari surat kabar Amerika Serikat, Reuters, hal itu disampaikan Presiden Donald Trump kepada Raja Salman saat keduanya berbicara melalui saluran telepon beberapa waktu lalu. Selain itu Trump juga memberi waktu pada Raja Salman selama tiga pekan untuk hal itu.

Menurut kesaksian dua pejabat AS kepada Reuters, desakan Trump ini karena keinginannya agar negara-negara Teluk kembali bersatu. Menurut Trump, itu sangat penting dalam rangka menghadapi Iran.

Saat berbicara dengan Raja Salman, kata salah seorang sumber, nada bicara Trump terdengar sangat tinggi. Namun ia tak menjelaskan bagaimana jawaban dari Raja Salman.

Masih menurut sumber, fokus Trump saat ini ada pada Iran dan program pengembangan nuklirnya. Hal ini dianggap Trump sebagai ancaman bagi semua negara-negara Teluk, serta Israel.

Trump juga menegaskan, perseteruan yang digalang Arab Saudi dan Emirat Arab terhadap Qatar, sama sekali tidak mendasar.

Sementara itu, Gedung Putih juga merilis secara tertulis kesimpulan pembicaraan Trump dan Raja Salman akhir bulan lalu tersebut. Dalam rilis disebutkan, “Trump menegaskan pentingnya segera mengakhiri perseteruan dan mengembalikan persatuan Dewan Kerjasama Teluk.”

“Hal ini bertujuan untuk menghadapi pengaruh Iran dan kemenangan para teroris serta extremis,” tambahnya.

Selain dengan Raja Salman, disebutkan bahwa Trump juga membahas hal serupa dengan Putra Mahkota Emirat Arab, Muhammad bin Zayed, pada 06 April lalu. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut