Home / Berita / Internasional / Asia / Presiden Turki Peringati Kemenangan Pertempuran Malazgirt 1071

Presiden Turki Peringati Kemenangan Pertempuran Malazgirt 1071

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Anadolu)
dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki memperingati kemenangan Pertempuran Malazgirt, Sabtu (25/08). Malazgirt merupakan kemenangan bersejarah bangsa Turki di Anatolia hampir satu milenium lalu.

Pertempuran Malazgirt (atau Manzikert) terjadi pada 26 Agustus 1071. Hari itu, Kesultanan Seljuk Turki di bawah komando Sultan Alparslan berhasil mengalahkan pasukan Bizantium dan membuka wilayah Anatolia untuk bangsa Turki.

Dalam pesannya, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, “Menantang sejumlah serangan dari dalam dan luar, bangsa kita telah mendiami wilayah ini selama hampir 1.000 tahun berkat spirit Malazgirt.”

Perlindungan terbesar Turki, imbuhnya, adalah “tekad rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan, tanah air dan masa depan mereka,” bahkan dalam menghadapi serangan ekonomi sekalipun.

Lebih lanjut, Erdogan menyamakan spirit Pertempuran Malazgirt dengan spirit rakyat dalam menggagalkan upaya kudeta pada tahun 2016 lalu. Malam kudeta itu menyebabkan 251 orang gugur dan hampir 2.200 orang terluka.

“Sepanjang jiwa ini – yang membuat kita dapat kemenangan Malazgirt dan memungkinkan untuk melindungi persatuan terlepas dari segala perbedaan kita – tetap hidup, tidak akan ada yang bisa menjegal negara kita dalam mencapai tujuannya untuk 2023, 2053, maupun 2071,” imbuhnya.

Turki telah menetapkan tujuan dan target spesifik yang mencakup perbaikan besar dalam ekonomi, energi, kesehatan, dan transportasi untuk 2023.

Erdogan juga merilis sebuah pesan terpisah yang menghormati Victory Week, yang menandai dua kemenangan historis kunci oleh pasukan Turki: Pertempuran Malazgirt dan Serangan Besar 26 Agustus 1922, serangan kekalahan pasukan Yunani di tangan tentara Turki.

Ia memuji Serangan Besar – operasi militer terbesar dari Perang Kemerdekaan Turki – sebagai “tonggak dalam perjuangan untuk kemerdekaan”.

“Rakyat kami melindungi nilai-nilai nasional dan spiritual mereka dengan mengorbankan hidup mereka sepanjang sejarah,” tulisnya.

Hari Kemenangan ke-96 pada 30 Agustus merupakan kemenangan Turki dalam Pertempuran Dumlupinar, di provinsi Kutahya di Aegea, bagian dari Serangan Besar. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut