Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan Pimpin Negara-negara Islam Lawan Israel

Erdogan Pimpin Negara-negara Islam Lawan Israel

Presiden Turki dan Presiden Iran. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki dan Presiden Iran menegaskan pentingnya segera menggelar pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam. Keduanya juga sepakat, pertemuan itu digelar di Istanbul pada Jumat (18/05) besok.

Dilansir dari Aljazeera, Kamis (17/05), Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Hassan Rouhani diketahui melakukan pembicaraan melalui telepon. Keduanya membahas perkembangan yang terjadi di Kawasan akibat pemindahan Kedubes Amerika ke Al-Quds. Selain juga penyerangan pasukan Israel terhadap aksi damai di Gaza.

Menurut sumber, Erdogan dan Rouhani sepakat untuk menggelar pertemuan darurat anggota OKI. Pertemuan diharapkan dapat menghasilkan satu sikapp bersama negara—negara Islam.

Sementara dari Iran, Rouhani menegaskan pada Erdogan urgensi adanya sikap Islam melawan Israel.

Masih menurut Rouhani, perhitungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Palestina salah. Maka itu harus direspon dengan sikap yang satu.

Sementara Erdogan menyebutkan bahwa segala proses perdamaian harus mengakomodir hak-hak Palestina. Pemindahan Kedubes AS, imbuh Erdogan, justru mendorong Israel untuk melakukan kejahatan.

Selain dengan Presiden Iran, Erdogan juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia, Kanselir Jerman dan Paus Vatikan.

Kepada Vladimir Putin, Erdogan menyebut penyerangan terhadap demonstran Palestina adalah hal yang memalukan. Erdogan juga menyampaikan pada Putin soal pertemuan darurat yang akan digelar.

Sementara itu Putin menyampaikan keprihatinan mendalam tentang yang terjadi di Gaza dan Palestina.

Selain itu, Erdogan juga menghubungi Kanselir Jerman Angela Merkel. Keduanya sepakat bahwa situasi seperti ini menjadi sulit untuk menemukan solusi konflik.

Sedangkan dengan Paus Vatikan, Erdogan menyebut pelanggaran terhadap kota suci Al-Quds tidak dapat diterima. Hal ini karena kota tersebut sangat penting bagi tiga agama Samawi.

Sebaliknya, Paus mengecam keras penyerangan terhadap orang-orang tak bersalah. Vatikan juga menyeru internasional untuk segera mengambil keputusan yang diperlukan.

Sejauh ini, Turki menjadi negara yang paling responsif terhadap perkembangan di Palestina. Melihat korban gugur yang sudah mencapai 60 orang, Turki segera memanggi duta besarnya di Israel dan Amerika Serikat.

Selain itu, Ankara juga mengusir duta besar Israel untuk Turki hingga waktu yang belum ditentutkan. Tindakan ini mendapat balasan dari Israel dengan menutup Konsulat Jenderal Turki di Al-Quds.

Lebih dari itu, Turki juga mengirimkan pesawat untuk mengevakuasi korban luka di Gaza guna mendapat perawatan di Turki. Namun Mesir dan Israel melarang pesawat Turki untuk mendarat. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Cina Bertekad Jadi Pemimpin Energi Nuklir Dunia

Organization