Home / Berita / Internasional / Asia / Maryam Abu Matar; Ditembak Tentara Israel, Disembuhkan di Turki

Maryam Abu Matar; Ditembak Tentara Israel, Disembuhkan di Turki

Maryam Abu Matar. (Anadolu)
dakwatuna.com – Ankara. Maryam Abu Matar, gadis berusia 16 tahun itu merasa tak cukup hanya berterima kasih pada Turki. Sebelumnya, Maryam ditembak tentara Israel di kaki kanannya saat demonstrasi anti-penjajahan yang digelar di Jalur Gaza sejak beberapa bulan lalu itu.

Maryam adalah satu dari sekian banyak korban yang dirujuk dan dirawat di Turki. Sejak awal aksi digelar, pemerintah Turki bekerja sama dengan Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) konsisten merujuk korban untuk mendapatkan perawatan medis di Turki.

“Jika saja aku tidak dibawa ke Turki, mungkin kakiku telah diamputasi di Gaza karena kurangnya peralatan medis,” kata Maryam, dikutip dari kantor berita Anadolu.

Kaki kiri Maryam ditembak Israel saat mengikuti aksi pada tanggal 30 Maret lalu. Saat itu, ia turun ke medan aksi bersama adik perempuannya yang berusia 12 tahun.

“Aku dibidik (oleh tentara Israel) saat membawa bendera Palestina di garis depan, dan aku seorang aktivis yang aktif.”

Ia dibawa ke petugas medis oleh demonstran lain. Tapi nahas, penolongnya justru ditembak mati oleh tentara Israel saat kembali ke medan aksi.

“Di awal-awal, aku terkejut saat tertembak,” kenang Maryam. Ayahnya juga gugur oleh peluru Israel saat ia masih berusia 3 tahun.

“Aku merasakan sakit di bagian kaki, namun juga merasa bahagia karena ada kemungkinan aku syahid,” imbuhnya.

Bagi Maryam, ditembak tentara Israel bukan sesuatu yang mengejutkan.

“Aku pikir mungkin akan tertembak di sana, tapi tidak tahu bahwa tentara Israel adalah orang-orang yang penuh dendam terhadap kami dan ingin membuat kami sangat menderita. Aku telah menyaksikan itu dari dekat.”

Tidak hanya ayahnya, sejumlah kerabat Maryam juga dibunuh oleh tentara Israel dalam dekade terakhir.

Maryam mungkin lebih beruntung dari pada warga Gaza lain yang tak dapat menikmati perawatan semestinya. Melalui dukungan IHH, ia diterbangkan ke Istanbul pada bulan April.

“Seperti yang Anda ketahui, kondisi kesehatan di Gaza sangat terbatas,” kata ibunya, Nasreen Abu Matar.

“Kita punya dokter terbaik, tapi tidak dengan penyembuhan. Sebuah keajaiban sangat dibutuhkan untuk mendapatkan kembali kesehatannya,” imbuh Nasreen.

‘Terima kasih Turki’

Maryam mengaku senang berada di Turki.

“Aku sangat baik secara psikologis maupun fisik karena berada di Turki. Proses penyembuhan berjalan dengan sangat baik. Di sini ada penyembuhan substansial,” katanya.

Maryam punya cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke Turki setelah sepenuhnya pulih nanti. Ia ingin menjadi seorang insinyur.

“Saat kembali ke Gaza nanti, aku ingin memberikans sesuatu yang bermanfaat. Aku tak ingin menangis saat sampai sana nanti. Aku sangat ingin menghapus air mata warga Gaza.”

Dalam kesempatan itu, Maryam juga unjuk kebolehannya berbicara berbahasa Turki.

“Türkiye’yi Seviyorum,” (Aku cinta Turki) dan “Teşekkürler Türkiye ve IHH” (Terima kasih Turki dan IHH),” katanya.

Namun ternyata Maryam masih punya satu keinginan lagi: yaitu bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menilai Erdogan adalah sosok pemimpin penting di Timur Tengah. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Negara-negara Eropa Dukung Penuh Turki Usut Tuntas Kasus Khashoggi