Home / Berita / Internasional / Asia / Surat dari Jalur Gaza untuk Perdana Menteri Kanada

Surat dari Jalur Gaza untuk Perdana Menteri Kanada

Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Jalur Gaza. Kepada Tuan Perdana Menteri, kami harap surat ini diterima dengan baik oleh Anda dan segenap rakyat Kanada.

Kami melihat dengan penuh minat karir politik Anda sejak berkuasa pada tahun 2015. Kami juga menyaksikan komitmen Anda pada kebebasan dan keragaman yang tercermin dalam komposisi pemerintahan Anda. Kami juga mengikuti dengan antusias segala aktivitas Anda, seperti kepedulian Anda pada kemanusiaan, keterbukaan, dan dukungan terhadap hak-hak sipil serta perjuangan Anda melawan rasisme.

Kami melihat betapa Anda terlibat dalam berbagai komunitas – Arab, India, Yahudi, Muslim, dan lainnya – selama liburan. Kami juga menghargai dukungan Kanada untu Palestina, khususnya para pengungsi, melalui lembaga seperti Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA).

Namun rasa sakit kami rasakan di kala Kanada menentang resolusi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berusaha mengirim tim penyidik ke Gaza dan Tepi Barat. Padahal tujuan mereka adalah untuk mendokumentasikan kondisi kesehatan di wilayah terjajah Palestina.

Kekecewaan kami kian bertambah saat melihat beberapa twit pribadi Anda. Di sana, Anda tampak memberi dukungan kepada untuk serangan Israel ke Jalur Gaza.

Anda mungkin tidak menyadari kondisi tragis warga Gaza yang terisolir. Sejak 2003 lalu, hasil kajian Universitas Hebrew menggambarkan Gaza sebagai kamp konsentrasi terbesar yang pernah ada.

Pada 2006, blokade Gaza diberlakukan hanya karena rakyat Palestina memilih Hamas dalam sebuah pemilihan umum. Padahal Mantan Presiden AS Jimmy Carter menyebut pemilihan itu paling jujur dan adil.

Konsensus dari organisasi kemanusiaan dan HAM menyebut blokade terhadap Gaza merupakan hukuman kolektif. Selain juga pelanggaran terhadap hukum internasional.

“Aku melihat proses tak manusiawi dan tak adil ini cukup mencekik secara perlahan dua juta warga sipil Gaza, dan benar-benar menjadi ancaman bagi siapapun,” kata Koordinator Kemanusiaan untuk Gaza Robert Piper.

Sementara Komite HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein menyebut warga Gaza terkurung dalam daerah kumuh beracun sejak lahir hingga meninggal.

Tahukah Anda, Tuan Trudeau, 95% air di Gaza tidak layak dikonsumsi manusia dan 97% air lautnya berpolutan? Apa Anda tahu bahwa warga Gaza hanya dapat menikmati aliran listrik selama 4 jam per hari? Tahukah Anda 50% keperluan medis tidak tersedia dan kebanyakan pasien memerlukan perawatan medis yang mendesak namun tak diberi izin keluar Gaza? Tahukah Anda, 70% dari kami adalah pengungsi dan setengahnya merupakan anak-anak?

Pada 30 Maret lalu, kami memulai Pawai Kepulangan. Ini merupakan upaya damai kami untuk memperoleh kebebasan, kehidupan layak dan hak untuk memiliki tanah air kami kembali. Israel telah membunuh 120 orang dan melukai 14.000 lainnya selama aksi ini digelar hingga sekarang.

Dan kebrutalan ini dilakukan kepada kami yang menggelar aksi super damai dan sama sekali tidak membawa ancaman bagi para penembak jitu Israel, sebagaiman penilaian organisasi HAM.

Warga Gaza memuji pernyataan berani yang Anda lontarkan. Di sana Anda mengatakan, “Kanada menyesalkan dan sangat prihatin atas kekerasan di Jalur Gaza yang menyebabkan banyak nyawa hilang dan melukai banyak orang. Kami terkejut bahwa Dr. Tarek Loubani, seorang warga Kanada, termasuk di antara korban luka – bersama orang tak bersenjata lainnya, termasuk warga sipil, awak media, responden pertama dan anak-anak.”

Kami, warga Gaza, tak akan melupakan dokter Kanada ini (Dr. Tarek Loubani). Ia mengorbankan hidup untuk menyelamatkan warga Palestina di Gaza.

Tuan Perdana Menteri, kami ini warga yang mencintai kehidupan, stabilitas dan kesejahteraan. Kami tidak menginginkan kematian dan pergerakan perang. Kami tidak menyerang siapapun. Kami tidak melanggar blokade siapapun. Sebaliknya, kami membenturkan gerbang penjara raksasa, menuntut kebebasan dan kehidupan yang layak.

Tuan Perdana Menteri, kami percaya dan yakin kecintaan Anda pada kebebasan, keadilan, kesetaraan, dan kesusilaan, akan membuat Anda mempertimbangkan kembali beberapa pernyataan kasar dan mengambil sikap yang konsisten dengan nilai-nilai yang Anda junjung.

Atas nama dua juta orang yang tinggal di Gaza, aku ingin mengundang Anda untuk berkunjung, melihat langsung kondisi mengerikan yang kami hadapi selama 12 tahun blokade Israel. Kami yakin, Anda akan membawa pulang kenangan yang hangat dari warga kami yang baik lagi ramah. (whc/dakwatuna)

Salam hormat,

Bassem Naim
Kepala Dewan Hubungan Internasional di Gaza dan Mantan Menteri Kesehatan Palestina

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mufti Saudi: Turki Negara Islam, Kekalahannya Kerugian Bagi Umat

Organization