Home / Berita / Internasional / Asia / Hidup Susah, Ibu Palestina Ini Merawat 4 Putranya yang Terluka

Hidup Susah, Ibu Palestina Ini Merawat 4 Putranya yang Terluka

Nima al-Isawi, seorang ibu Palestina bersama putranya yang lumpuh. (Yeni Safak)
dakwatuna.com – Jalur Gaza. Nima al-Isawi tengah berjuang memenuhi kebutuhan di bawah keadaan yang semakin sulit. Bagaimana tidak, ia harus merawat empat anaknya yang terluka dalam aksi anti-penjajahan yang berlangung di timur Gaza.

Dua putranya telah dimobilisasi dari luka-luka mereka. Sementara yang ketiga harus dirawat di rumah sakit Mesir.

Dengan deraian air mata, ia bercerita bahwa dirinya juga terluka akibat bom gas Israel saat berada di kamp protes yang didirikan di timur Gaza.

“Aku tak peduli dengan diriku sendiri. Aku hanya merasa kasihan pada anak-anakku. Dua diantara mereka tak dapat bergerak akibat luka-lukanya,” tutur Isawi.

Isawi melanjutkan, salah satu putranya lumpuh setelah ditembak peluru Israel. Sedangkan yang lain untuk sementara harus duduk di atas kursi roda.

Dia menceritakan betapa ia harus memperhatikan kebutuhan putranya, Ahmed. Ahmed terluka di bagian perut pada Mei lalu, dan terluka lagi saat kembali bergabung dengan unjuk rasa.

Isawi juga menceritakan tentang putra keempatnya, Mazen, yang menyerah pada luka yang dideritanya di dekat perbatasan Gaza. Bagaimanapun, ia selamat dari cobaan setelah menerima perawatan medis secara intensif.

“Putraku Atef, terluka di enam titik berbeda. Doktor mengatakan bahwa kondisinya kritis,” lanjut Isawi. “Ia kemudian dikirim ke rumah sakit di Mesir.”

Lebih lanjut, Isawi menyebut satu putranya bernama Mahmoud (22 tahun) telah sepenuhnya sembuh dari luka-lukanya.

Tekanan Keuangan

Al-Isawi merasa sedih mengingat keluarganya saat ini hidup dalam kondisi sulit. Kondisinya semakin parah karena anak-anaknya tak dapat bekerja akibat terluka.

“Sebelumnya, satu dari anak-anakku akan mencari pekerjaan sementara, sehingga memungkinkan bagi kami untuk bertahan sementara waktu. Tapi sekarang, dengan kondisi saat ini, semua itu menjadi mustahil,” katanya.

Sementara suami Isawi saat ini dalam kondisi lumpuh. Maka, sang suamipun tak dapat bekerja.
Terlepas dari keadaan sulit yang dijalaninya, Isawi dan keluarga mengaku akan melanjutkan kesertaannya pada aksi yang telah digelar sejak 30 Maret tersebut.

Sejak pertama kali bergulir, sebanyak 130 warga Palestina gugur ditembak oleh pasukan keamanan Israel. Sementara ribuan lainnya mengalami luka dengan berbagai tingkat keparahannya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan Tegaskan Turki Tidak Menderita Krisis Ekonomi

Organization