Home / Berita / Internasional / Asia / Netanyahu Ancam ‘Tembak di Tempat’ Rakyat Palestina

Netanyahu Ancam ‘Tembak di Tempat’ Rakyat Palestina

PM Israel, Benyamin Netanyahu.(alshamil.co.il)

dakwatuna.com – Tel Aviv. Perdana Menteri Israel mengingatkan rakyat Palestina agar tidak mengganggu pasukan Israel. Jika tidak diindahkan, maka pasukan tidak akan segan untuk menembak ditempat.

Pernyataan Netanyahu itu bertepatan dengan 11 hari berturut-turut aksi unjuk rasa Palestina di perbatasan Gaza dalam rangka ‘Pawai Kepulangan’, seperti dilansir aa.com.tr/ar, Selasa (10/04/2018).

“Kami punya aturan yang jelas dan eksplisit yang senantiasa diulang-ulang: siapa yang ingin menyentuh Anda, sentuh duluan,” kata Netanyahu. “Kami tidak akan membiarkan siapapun di Jalur Gaza mendekati dan menyentuh kami, kami yang akan menyentuh mereka duluan.”

Sebelumnya, pasukan udara Israel melancarkan serangan ke beberapa lokasi di Jalur Gaza. Mereka mengklaim serangan dilancarkan ke situs-situs milik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas).

Sejak Jumat (30/03) lalu rakyat Palestina menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Bumi. Aksi yang disebut juga ‘Pawai Kepulangan’ itu masih berlangsung hingga saat ini dan memakan banyak korban. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı Arabıc

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit