Home / Berita / Internasional / Asia / Israel Loloskan Undang-undang ‘Negara Bangsa Yahudi’

Israel Loloskan Undang-undang ‘Negara Bangsa Yahudi’

Protes menentang undang-undang kontroversial di Israel. (BBC)
dakwatuna.com – Tel Aviv. Parlemen Israel (Knesset) mengadopsi undang-undang yang mendefinisikan diri sebagai “negara bangsa Yahudi”, Kamis (19/07). Undang-undang ini terbilang kontroversi sebab dikhawatirkan menimbulkan diskriminasi baru bagi warga Arab – Palestina.

Perundangan itu membuat bahasa Ibrani sebagai bahasa resmi negara, serta mendefinisikan pembentukan komunitas Yahudi sebagai kepentingan nasional.

Selain itu, bahasa Arab juga dihapus dari ketetapan sebagai bahasa resmi. Namun “status khusus” disematkan dalam bahasa Arab, sehingga memungkinkan tetap digunakan dalam lembaga-lembaga Israel.

Dalam perundangan dikatakan, “Israel adalah tanah air bersejarah bagi bangsa Yahudi. Mereka punya hak eksklusif untuk menentukan nasib sendiri di dalamnya.” Di dalamnya juga disebutkan bahwa Yerusalem (Al-Quds) merupaan ibu kota Israel, dan tidak terbagi.

“Ini adalah momen yang menentukan dalam sejarah Zionisme dan sejarah negara Israel,” kata Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Anggota Knesset dari Palestina mengutuk keras perundangan tersebut.

“Itu melewati hukum supremasi Yahudi dan mengatakan bahwa kami akan selalu menjadi warga kelas dua,” kata Ayman Odeh, Ketua Fraksi Arab dalam Knesset.

Ahmed Tibi, salah seorang legislator mengatakan, “Aku mengumumkan dengan syok dan duka atas kematian demokrasi.”

Koresponden Aljazeera di Al-Quds, Stefanie Dekker melaporkan, perundangan itu tertanam dalam hukum Israel yang sudah lama menjadi kebijakan segregasi dan diskriminasi aktif oleh otoritas Israel.

“Ini simbolis tetapi secara aktif memasukkannya ke dalam hukum … di dalam konstitusi Israel, menyoroti bahwa ini langkah maju untuk negara. Pesannya bukan yang inklusif atau demokratis,” imbuhnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Sejumlah Negara Beri Dukungan untuk Lira Turki

Organization