Home / Berita / Internasional / Asia / Turki Usir Duta Besar Israel dari Ankara

Turki Usir Duta Besar Israel dari Ankara

Duta Besar Israel di Ankara di usir. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Ankara. Kementerian Luar Negeri Turki meminta kepada Duta Besar Israel Eitan Naeh untuk meninggalkan Ankara. Ini sebagai imbas dari pembantaian Pasukan Israel secara membabi buta kepada warga Palestina dalam aksi damai di Jalur Gaza.

Dilansir dari Washington Post, Rabu (16/05), Kemenlu Turki memperilahkan Naeh pergi hingga waktu yang belum ditentukan. Beberapa jam setelahnya, Israel melakukan balasan dengan menutup kantor Konsulat Turki di Al-Quds (Yerusalem).

Turki menjadi negara dengan respon paling kuat terhadap pembantaian yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Sejak Senin (14/05) hingga saat ini, tercatat sudah ada 60 korban gugur dan lebih dari 2000 lainnya luka-luka.

Langkah Turki tersebut juga mengakibatkan perang statement antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dan PM Israel Benyamin Netanyahu. Keduanya saling melontarkan kata-kata penghinaan di jagat twitter.

Tekanan diplomatik kepada Israel juga datang dari sejumlah kepala negara. Israel dikecam karena tindakannya yang merespon aksi damai Palestina dengan peluru, gas air mata dan bom api. Bahkan Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian menyebut situasi di Timur Tengah semakin ‘eksplosif’.

Balasan Israel

Dikutip Aljazeera, Israel membalas tindakan Turki dengan menutup Konsulat Turki di Yerusalem. Selain juga mengusir Konsulat Jenderal Turki hingga waktu yang belum ditentukan.

Para pejabat Israel juga merespon tindakan Turki dengan kalimat-kalimat hinaan. Bahkan mereka menyebut Presiden Turki sebagai pendukung utama teroris.

Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz dalam cuitan di twitter mengatakan, “Erdogan adalah penghasut yang berasal dari Jamaah Ikhwanul Muslimin serta mitranya Hamas dan Iran. Pendukung terbesar teroris. Ia telah mengusir dubes kami dari Turki.. Tidak ada akhir dari kemunafikan. Israel akan terus mempertahankan perbatasannya dari Hamas.”

Bahkan pejabat salah satu partai di Israel menyebut Erdogan sebagi anti-Semit. Ia mengatakan, “Kesepkatan Netanyahu dengan kelompok anti-Semit seperti Erdogan adalah kesalahan. Tiba saatnya kita katakan: Erdogan adalah bagian dari poros teroris Islam.”

Situasi di Palestina kian memanas dengan peresmian Kedubes AS di Al-Quds. Bahkan acara peresmian itu dilakukan bertepatan dengan 70 tahun pendirian Israel dan pengusiran warga Palestina dari tanah mereka.

Menanggapi hal itu pemerintah Turki memberlakukan hari berkabung nasional selama tiga hari, dimulai kemarin. Selain itu Turki juga menyeru anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menggelar pertemuan darurat. (whc/dakwatuna)

Baca juga:

Pemindahan Kedubes AS; Mobilisasi Israel dan Kemarahan Palestina

Sebut Zionisme Proyek Penjajahan, Rabbi Yahudi Ini Tegaskan Yerusalem Ibu Kota Palestina

Warga Palestina Bersiap Peringati 70 Tahun Nakbah

Jelang Peresmian Kedubes AS di Al-Quds, Zionis Israel Perketat Keamanan

Erdogan: Sejarah Tak Akan Ampuni Penindasan Terhadap Rakyat Palestina

Puluhan Warga Palestina Gugur Terkena Peluru Pasukan Israel

Kedubes AS di Al-Quds Diresmikan

Pembantaian Berlanjut, Jumlah Warga Palestina yang Gugur Terus Bertambah

Fadi Abu Salah; Pejuang Berkursi Roda Itupun Gugur

Peresmian Kedubes AS di Al-Quds, Berikut Negara-negara yang Hadir

Turki Panggil Duta Besar di Israel dan Amerika Serikat

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Setelah Al-Quds, Israel Desak AS Restui Pencaplokan Dataran Tinggi Golan Suriah

Organization