Home / Berita / Internasional / Asia / Ini Isi Surat dari Tentara Israel yang Ditawan Hamas Kepada Keluarganya

Ini Isi Surat dari Tentara Israel yang Ditawan Hamas Kepada Keluarganya

Ibu dari Shaul Aron, tentara Israel yang ditawan Hamas. (paltimes.net)
Ibu dari Shaul Aron, tentara Israel yang ditawan Hamas. (paltimes.net)

dakwatuna.com – Palestina. Surat kabar Israel, Maarev baru-baru ini memberitakan gerakan Hamas mengirimkan surat dari Shaul Aron-tentara Israel yang ditawan Hamas dalam perang 2014 lalu-kepada keluaganya di Tel Aviv.

Berikut adalah isi surat yang menggemparkan Israel itu yang kemudian dituduh sebagai bagian dari perang psikologis Hamas terhadap Israel.

“Ibuku yang kucintai. Saat ini aku mendengar rintikan suara hujan disekitarku, namun aku tidak dapat melihatnya dan merasakannya. Aku sadar, itu bukan hakku yang berstatus tawanan. Ibu, hingga kini aku tak henti-hentinya menunggu kabar gembira yang dapat mengembalikan aku kepada kalian (keluarga).”

Aku ingin bebas dari penawanan ini.” Shaul kemudian mengatakan dengan jujur perihal kondisinya sekarang. “Aku tidak mengingkari, bahwa selama ditawan aku mendapat perlakuan yang baik. Hal pedih yang aku rasakan adalah, seakan kalian semua telah melupakanku. Kalian tidak bersungguh-sungguh untuk membebaskanku. Perasaan ini terus menghantui hidupku dan membuat hatiku semakin cemas dan ketakutan.”

“Aku seakan merasa yakin kalian akan meninggalkanku bertahun-tahun di sini, seperti yang dilakukan otoritas Israel terhadap tawanan Gilad Shalith beberapa tahun lalu.”

Shaul kemudian melanjutkan rintihannya. “Ibu, saat ini aku mulai merasa kedinginan. Aku takut menghadapi musim dingin yang ekstrem seperti yang terjadi pada tahun lalu. Apakah hati kalian tidak iba melihat diriku yang hidup jauh dari kalian selama ini?”

“Ibu, kapan ibu akan berjuang demi anakmu ini? Apakah kalian menerima permainan politik yang digunakan otoritas Israel dalam kasusku ini? Apakah kalian percaya dengan janji-janji kosong pemerintah kita? Dulu mereka juga berjanji kepada kami para tentara akan memulangkan kami kembali dengan selamat ke rumah dan keluarga kami. Namun faktanya mereka meninggalkan ku. Mereka pergi begitu saja dan tidak melakukan apapun untuk membebaskanku. Yang kudengar, aku tidak akan dibebaskan sebelum para tawanan Palestina juga dibebaskan.”

Shaul kemudian menutup akhir suratnya dengan harapan, “Ibu, Ayah, aku meminta kepada kalian untuk berjuang membebaskanku.” (msy/dakwatuna)

Redaktur: Muh. Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Wakil Direktur Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Mesir 2008

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization