Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Enggan Serahkan Gulen, Trump Malah Desak Erdogan Bebaskan Pendeta AS

Enggan Serahkan Gulen, Trump Malah Desak Erdogan Bebaskan Pendeta AS

Cuitan Trump di akun Twitternya. (Twitter)
dakwatuna.com – Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Turki untuk membebaskan seorang pendeta asal AS, Andrew Brunson. Itu disampaikan Trump melalui Twitter dengan menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di dalamnya.

Andrew Brunson ditahan oleh pemerintah Turki. Ia dijerat dengan tuduhan terorisme dan melakukan spionase.

“Aib total jika Turki tidak membebaskan seorang pendeta AS, Andrew Brunson, dari penjara. Dia sudah terlalu lama disandera,” kata Trump di akun Twitter miliknya, Rabu (18/07).

“Erdogan harus melakukan sesuatu untuk membebaskan suami dan ayah Kristen yang luar biasa ini,” imbuh Trump. “Dia tidak melakukan kesalahan apapun.”

Andrew Brunson adalah seorang pendeta Kristen dari Carolina Utara. Sudah lebih dari dua dekade terakhir ia tinggal di Turki.

Pemerintah Turki menangkap dan menahan Brunson karena terindikasi membantu Fethullah Terrorist Organization (FETO). Selain itu, ia juga disebut-sebut mendukung Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang dicap teroris oleh Ankara.

Brunson ditangkap di Izmir pada 09 Desember 2016 silam. Ia dituduh melakukan kegiatan spionase dan mengadakan kegiatan di seluruh Turki dengan kedok operasi misionaris, dihubungkan dengan FETÖ dan PKK, serta mengganggu urusan internal Turki.

Sementara itu, Amerika Serikat hingga kini enggan menyerahkan pimpinan FETO, Fethullah Gulen. Diketahui, sosok yang disebut dalang kudeta Juli 2016 itu telah tinggal di Pensylvania, Amerika Serikat.

Sejak awal terjadinya kudeta, Turki telah melayangkan permintaan pada Washington agar menyerahkan Gulen. Namun dengan sejuta alasan, ekstradisi itu tak kunjung dilakukan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Doa dan Munajat untuk Keselamatan Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Figure
Organization