Home / Berita / Internasional / Asia / AS Persenjatai Kurdi Suriah, Turki Berang

AS Persenjatai Kurdi Suriah, Turki Berang

Pengiriman senjata sebelumnya oleh AS ke pejuang Kurdi Suriah. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Seorang sumber untuk Aljazeera mengatakan, Washington akan membuka tahap baru pemberian senjata kepada Unit Perlindungan Kurdi (YPG) di utara Suriah. Menanggapi hal itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pemberian senjata kepada milisi Kurdi Suriah, bertentangan dengan tabiat hubungan Turki dan Washington.

Lebih lanjut, pada Jumat (12/05/2017), sumber Aljazeera mengatakan, tahap pengiriman senjata dari AS telah sampai di wilayah yang dikontrol oleh milisi Kurdi dari Bandara Erbil dan melalui Saemalka, perbatasan dengan wilayah Kurdistan Irak. Dalam pengiriman tersebut, tambah sumber, termasuk dengan kendaraan Hammer dan beberapa jenis senjata berat.

Sementara itu, dalam sebuah konferensi pers di Ankara, Presiden Erdogan menyebut pengiriman senjata tersebut telah bertentangan dengan tabiat hubungan Turki dan AS. Presiden Erdogan juga menyebut, unit Kurdi sebagai organisasi teroris. Amerika dan Rusia, tambah Erdogan, tidak layak bekerja sama dengan organisasi teroris.

Presiden Turki itu menambahkan, negaranya akan memerangi Unit Kurdi itu baik di dalam negeri Turki, maupun di Irak dan Suriah. Ia juga menjelaskan, sangat mungkin untuk melaksanakan operasi militer di setiap saat guna menghindari “bahaya organisasi teroris yang terus menyerang Turki”.

Presiden Erdogan juga menegaskan, baik Amerika ataupun Rusia, tidak mengalami bahaya di wilayah tersebut, melainkan Turki lah yang mengalaminya.

Ketegangan hubungan kedua negara, Turki-AS, muncul setelah dua hari lalu Kemenhan AS mengumumkan keputusan Presiden Trump untuk mempersenjatai milisi Kurdi di Suriah. (whc/aljazeera/dakwatuna)

 

Redaktur: William

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Di Hadapan Ivanka Trump, Tun Mahathir Kecam Keras Amerika Serikat

Organization