Home / Berita / Internasional / Asia / Pasukan Israel Bunuh Remaja Palestina Berusia 15 Tahun

Pasukan Israel Bunuh Remaja Palestina Berusia 15 Tahun

Para massa aksi menggotong korban. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Jalur Gaza. Pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina berusia 15 tahun, Jumat (13/07). Penembakan terjadi selama aksi massa di perbatasan Gaza yang telah memasuki hari ke-100 sejak pertama digelar pada 30 Maret lalu.

Otoritas Kesehatan di Gaza mengidentifikasi korban sebagai Utsman Rami Hilis.

Sementara jumlah korban luka mencapai 68 orang pada hari itu. Mereka terluka akibat tembakan amunisi hidup dan gas air mata.

Utsman menjadi orang ke-138 yang gugur sejak aksi Pawai Kepulangan digelar. Sementara korban luka telah mencapai 160.000 orang.

Massa aksi menyuarakan hak-hak mereka untuk pulang ke kampung halaman dari pengungsian. Mereka terusir dari rumah pada saat agresi Israel tahun 1948 silam.

Sebelum aksi hari Jumat kemarin, komite aksi menyeru massa untuk ambil bagian dalam demonstrasi solidaritas dengan Khan al-Ahmar, sebuah desa Badui di Tepi Barat yang dijadwalkan akan dibongkar total oleh Otoritas Zionis.

“Dari kesatuan darah dan kesatuan tujuan, kami mendeklarasikan Jumat sebagai hari solidaritas dengan penduduk di Khan al-Ahmar,” kata komite aksi dalam pernyataannya, seperti dikutip Aljazeera.

Mahkamah Agung Israel untuk sementara menghentikan pembongkaran desa tersebut hingga 16 Juli. Desa Khan al-Ahmar sendiri dihuni oleh sekitar 180 penduduk.

Awal bulan ini, Pasukan Israel menyerang puluhan warga di Khan al-Ahmar. Penyerang dilakukan setelah sebelumnya mendatangkan alat berat dan setidaknya satu buldoser.

Desa ini terletak di Area C, yang berada di bawah kendali sipil dan keamanan Israel. Pengadilan Israel menyetujui pembongkaran desa karena dibangun tanpa izin. Sementara Otoritas Israel sendiri sangat jarang memberikan izin mendirikan bangunan.

Pada saat yang sama, pembangunan permukiman Yahudi saja, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, terus berlanjut tanpa bisa dikendalikan.

Sementara dari medan aksi di perbatasan Gaza, para pemuda mulai menerbangkan layang-layang api. Sejauh ini layang-layang tersebut cukup efektif meneror Israel, bahkan membuat para petinggi Zionis bingung tentang cara mengatasinya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan Tegaskan Turki Tidak Menderita Krisis Ekonomi

Organization