Home / Berita / Internasional / Asia / Direpotkan dengan Layang-layang Api, Israel Ancam Serangan Militer

Direpotkan dengan Layang-layang Api, Israel Ancam Serangan Militer

Layang-layang api. (Yeni Safak)
dakwatuna.com – Tel Aviv. Analis politik Palestina mengesampingkan kemungkinan Israel memenuhi ancamannya melakukan serangan militer ke Jalur Gaza. Terutama dalam waktu dekat, mengingat AS tengah mempromosikan rencana perdamaian Palestina-Israel yang dikenal dengan ‘Kesepakatan Abad Ini’.

Sebelumnya militer Israel mengancam akan melancarkan serangan militer ke Jalur Gaza. Sebabnya, mereka merasa resah dengan layang-layang dan bola api yang diluncurkan ke arah permukiman Zionis.

“Israel tidak akan membiarkan fenomena layang-layang api terus diluncurkan dari Gaza ke permukiman. Bahkan sangat mungkin akan memicu konflik militer secara luas,” ungkap sumber militer Israel, seperti dikutip Kanal Ibrani II, Rabu (20/06) lalu.

Layang-layang api mengakibatkan gelombang eskalasi terbatas antara Israel dan Gaza pada Rabu pagi lalu.

Pejabat politik dan militer Israel bahkan mengancam serangan militer ke Gaza dan menangkap pemimpin Hamas. Ini dilakukan apabila layang-layang api terus diluncurkan.

Ancaman tersebut rupanya bertentangan dengan upaya Amerika Serikat. Seperti diketahui, AS tengah mempromosikan rencana perdamaian yang disebut dengan ‘Kesepakatan Abad Ini’. Bahkan menantu Trump, Jared Kushner, mengatakan bahwa kesepatakan “akan diterapkan dalam waktu dekat.”

Para pengamat saat bincang-bincang dengan kantor berita Anadolu menyebut baik Israel maupun Gaza tidak siap menghadapi eskalasi militer.

Belum Ada Indikasi Perang

Tayseer Muheisen, pengamat politik mengatakan, “Segala bentuk eskalasi militer baru atas Jalur Gaza, menuntut adanya persyaratan lapangan maupun politik.”

“Perang di Gaza terjadi ketika data tersedia di tingkat internal di Israel, serta di tingkat regional dan internasional. selain juga ada situasi keamanan yang mengharuskan langkah militer ini.”

Namun data-data yang dimaksud, hingga saat ini, belum tersedia, imbuh Muheisen. Muheisen meyakini, data-data tersebut akan semakin banyak dalam beberapa bulan mendatang.

Faksi-faksi bersenjata Palestina, terutama Hamas, menggunakan senjata pemusnah massal untuk menghadapi pasukan Israel selama perang di Gaza baru-baru ini pada musim panas 2014.

Sementara Israel melancarkan serangan ke Gaza setidaknya dalam tiga kali perang. Pertama pada akhir tahun 2008, kemudian tahun 2012, dan perang terakhir terjadi pada Juli 2014 lalu. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization