Home / Berita / Internasional / Asia / 134 Warga Palestina Ditembak Pasukan Israel di Perbatasan Gaza

134 Warga Palestina Ditembak Pasukan Israel di Perbatasan Gaza

Aksi kepulang Akbar masih berlanjut di Jalur Gaza. (felesteen.ps)
dakwatuna.com – Jalur Gaza. Sebanyak 134 warga Palestina terluka di berbagai titik berbeda. Mereka terluka akibat tembakan gas air mata oleh Pasukan Keamanan Israel (IDF) ke arah peserta aksi damai di timur Jalur Gaza, Jumat (29/06) kemarin.

“134 warga Palestina terluka akibat tembakan gas air mata di timur Jalur Gaza, termasuk tiga orang tenaga medis,” kata Ashraf Alkadra, juru bicara Otoritas Kesehatan Palestina.

Alkadra juga menyebut adanya korban dengan luka yang parah, di timur kota Rafah. 43 korban berhasil dilarikan ke rumah sakit, sementara sisanya ditangani di tempat kejadian, jelasnya.

Warga Palestina kembali berunjuk rasa secara damai dari kamp ‘Kembali’ yang didirikan di sepanjang perbatasan Gaza. Aksi ini dikenal dengan ‘Pawai Kepulangan’ yang telah berlangsung sejak 30 Maret lalu.

Pasukan Israel menghadapi aksi damai itu secara represif. Sejauh ini 133 Palestina telah gugur dan ribuan lainnya terluka. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Rusia Kirim Sistem Rudal S-300 ke Suriah, Israel Kecewa