Home / Berita / Internasional / Asia / Surat Kabar Israel: Hamas Harus Dipandang Sebagai Bagian dari Solusi

Surat Kabar Israel: Hamas Harus Dipandang Sebagai Bagian dari Solusi

Israel bingung mengatasi teror layang-layang api. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Jalur Gaza. Surat kabar Israel ‘Haaretz’ mengomentari sanksi yang diberlakukan Zionis kepada Jalur Gaza beberapa hari lalu. Disebutkan, Gaza akan berubah dari penjara terbesar menjadi pengasingan soliter terbesar di dunia.

Kondisi tersebut dipicu oleh keputusan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, Menhan Avigdor Lieberman dan Kepala Staf Militer Gadi Eizenkot. Ketiganya memutuskan menutup pintu perbatasan Karem Abu Salem, yang menjadi satu-satunya pintu komersial bagi penduduk Gaza.

“Keputusan brutal ini diambil Israel untuk menghentikan perlawanan terhadapnya. Tidak hanya membuktikan frustasi negara terkuat di Timur Tengah – akibat gagal mengatasi teror layang-layang api – tetapi pada dasarnya adalah bukti kaburnya Israel dari solusi nyata yang – menurut mantan tentara – dapat menenangkan konfrontasi,” tulis Haaretz.

Sejauh ini Israel telah melakukan taktik blokade secara panjang dan ketat. Selain juga melakukan serangan udara untuk memaksa Hamas menghentikan teror pada Israel. “Tampaknya langkah terakhir ini dilakukan sebelum serangan langsung pada penduduk sipil atau pembunuhan terhadap pemimpin Hamas.”

Tak dapat dipungkiri, Israel tak mampu menahan serangan api untuk tidak merembet ke permukiman di Negev. “Gangguan itu mengancam hidup penduduk Yahudi di sana, serta menyebabkan kerugian …”

Terkait keputusan yang diambil, tampaknya Tel Aviv mengharap warga Gaza – dengan penderitaan panjangnya – akan menekan para pemimpin Hamas hingga tidak menyerang Israel.

Haaretz mengakhiri editorialnya dengan menyarankan adanya koordinasi dengan Hamas. Tentu dilakukan dengan mediasi Mesir atau negara lain yang dapat membantu. Koordinasi dimaksudkan untuk mengganti respon militer dengan kebijakan pembangunan dan rehabilitasi.

Menurut Haaretz, Israel sudah seharusnya memandang Hamas sebagai bagian dari solusi. Jika tidak, Israel tak akan mampun meyakinkan rakyat bahwa mereka melakukan segalanya untuk mencegah perang. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi