Home / Berita / Internasional / Asia / Masjidil Aqsha Sasaran Serang Amerika – Israel Selanjutnya

Masjidil Aqsha Sasaran Serang Amerika – Israel Selanjutnya

Friedman (berdasi) menerima lukisan dari ekstremis Yahudi. ((Aljazeera)
dakwatuna.com – Ramallah. Episode baru perang Amerika Serikat terhadap Masjidil Aqsha. Demikianlah gambaran dari beberapa tokoh Palestina menanggapi kontroversi yang ditimbulkan oleh Dubes AS di Israel, David Friedman.

Seperti diwartakan sebelumnya, Friedman mendapat kecaman luas dari masyarakat Palestina. Sebabnya, dalam sebuah kunjungan ia menerima sebuah gambar dari kelompok ektremis Yahudi.

Dalam gambar tersebut, tampak pemandangan kota Al-Quds. Namun anehnya, tidak tampak ada Masjidil Aqsha di gambar tersebut, dan sebagai gantinya justru ada sketsa bangunan Haikal Sulaiman. Friedman tampak gembira saat menerima gambar tersebut.

Tindakan Friedman mendapat kecaman banyak pihak. Bahkan beberapa tokoh Palestina menyebut Dubes AS itu sengaja menyulut perang agama. Tindakan itu juga dinilai memerangi konstanta Islam, karena Masjidil Aqsha bagian dari keyakinan jutaan Muslim di dunia.

Palestina tidak memandang tindakan Friedman sebagai pengalihan isu pemindahan Kedubes AS. Tapi hal itu justru disebut upaya menjadikan Masjidil Aqsha target selanjutnya. Ini tampak melalui unggahannya di twitter.

“Situasi saat ini di Haram al-Syarif/ Temple Mount,” katanya. Ia menambahkan Temple Mount di Masjidil Aqsha tanpa menyebut nama Islam.

Ulama kenamaan Palestina, Syaikh Ikrimah Sabri segera merespon tindakan Friedman tersebut. “Duta besar paham betul rincian gambar, dan itu menegaskan permusuhannya terhadap Palestina bahkan sebelum jadi dubes,” kata Syaikh.

Syaikh juga menilai AS menabuh genderang perang kepada Palestina dan Masjidil Aqsha. Ia mengatakan, “Amerika ingin kita tunduk dan menyerahkan Masjidil Aqsha serta mengubah kenyataan. Padahal semua tahu bahwa Masjid ini milik Umat Islam.”

Syaikh Sabri kepada Aljazeera.net menyeru semua warga Al-Quds untuk memboikot Kedubes AS dan tidak berinteraksi dengannya. Menurutnya, penting juga menekan Amerika agar menarik dubes rasisnya tersebut.

“Duta besar harusnya netral, sadar dan peka terhadap kebiasaan serta tradisi di negara tempat ia tinggal. Selain juga menghindari dari mengusik tempat-tempat suci,” tegas Syaikh.

Selain itu, Mufti Besar Al-Quds dan Palestina Syaikh Muhammad Hussein juga mengeluarkan pernyataan resmi. Menurutnya, gambar tersebut bukti bahwa Amerika mendukung pembangunan Haikal di lokasi Masjidil Aqsha. Selain juga mendukung radikalisme otoritas Israel untuk meruntuhkan Masjid. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Membaca Arah Hubungan Rusia dan Israel