Home / Berita / Internasional / Asia / Deklarasi Dhaka: AS Gugur Sebagai Sponsor Perdamaian

Deklarasi Dhaka: AS Gugur Sebagai Sponsor Perdamaian

Yahudisasi Al-Quds. (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Dhaka. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) kembali menegaskan penolakannya terhadap klaim sepihak Amerika Serikat tentang status Al-Quds, beserta pemindahan kedutaan. OKI juga menyebut dua keputusan AS itu membatalkan peran Washington sebagai sponsor perdamaian Palestina-Israel.

Konferensi Tingkat Menteri (KTM) OKI yang digelar di Dhaka Bangladesh, menghasilkan Deklarasi Dhaka yang dirilis kemarin Ahad (06/05). Dalam deklarasi itu, OKI melimpahkan seluruh tanggung jawab kepada AS atas dampak dari pemindahan kedutaannya ke Al-Quds.

Dalam deklarasinya, para Menlu OKI menyebut klaim AS yang menyebut Al-Quds ibu kota Israel sebagai tindakan provokatif. “Hal itu juga pelanggaran terhadap situasi politik, hukum dan sejarah Al-Quds, serta pelanggaran nyata bagi resolusi dan hukum internasional,” seperti dilansir Aljazeera, Senin (07/05).

Pada 06 Desember 2017 lalu, Presiden AS Donald Trump menyebut secara resmi bahwa Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kota Israel. Selain itu, Trump juga memutuskan pemindahan kedutaan dari Tel Aviv ke Al-Quds, yang rencananya akan diresmikan pada 14 Mei mendatang.

Terkait hal tersebut, KTM Oki melimpahkan semua tanggung jawab kepada pemerintahan AS. “Langkah AS itu akan berkontribusi dalam meningkatkan perseteruan dan mempromosikan kekebalan dan kekuasaan penjajahan dari sanksi.”

Lebih lanjut, Deklarasi Dhaka menyebutkan, “Langkah yang diambil AS secara otomatis menggugurkan perannya sebagai sponsor perdamaian.”

Kepada dunia internasional, OKI melalui para Menlu-nya juga menyeru agar tidak mendukung keputusan AS. “Pemindahan utusan diplomatik ke Al-Quds bentuk pelanggaran terhadap hak sejarah, hukum, alam, dan nasional rakyat Palestina, serta merusak dengan sengaja seluruh agenda perdamaian.”

KTM OKI di Dhaka Bangladesh merupakan yang ke-45 digelar. Tema konferensi kali ini adalah ‘Peran Nilai Islam dalam Perdamaian dan Pembangunan Berkelanjutan’. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Pejabat Kemenlu AS: Sangat Jelas Keterlibatan MBS dalam Pembunuhan Khashoggi

Organization