Home / Berita / Internasional / Asia / PBB Putuskan Kirim Tim Investigasi Kejahatan Perang ke Gaza

PBB Putuskan Kirim Tim Investigasi Kejahatan Perang ke Gaza

PBB kirim investigasi kejahatan perang ke Gaza. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Jenewa. Badan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) memutuskan untuk mengirim tim penyidik kejahatan perang ke Palestina. Ini berkaitan dengan pembantaian yang dilakukan Pasukan Israel terhadap warga Gaza saat aksi damai berlangsung.

Dalam resolusinya, UNHCR menyebut “Akan segera mengirim komisi penyidik internasional independen.” Keputusan ini diambil pada Jumat (18/05) kemarin melalui dengan didukung oleh 29 negara anggota.

Dua negara – Amerika Serikat dan Australia – menolak resolusi tersebut. Sementara 14 negara menyatakan abstain.

“Penyelidik akan menyelidiki semua dugaan pelanggaran dan kejahatan, dalam konteks serangan militer terhadap protes sipil yang dimulai pada 30 Maret lalu,” tulis resolusi UNHCR.

Disebutkan, komisi akan melaporkan hasil investigasnya pada bulan Maret mendatang.

Sebelumnya, Komisi Tinggi HAM PBB Pangeran Zeid Ra’ad al-Hussein, mendukung seruan pengiriman komisi penyidik internasional ini.

Ia juga melontarkan kritikan keras terhadap respon Israel menghadapi aksi damai di Jalur Gaza. Bahkan Pangeran Yordania itu menyebut respon Israel ‘sangat tidak proporsional’.

Pangeran mengatakan, “Israel adalah kekuatan penjajah, dan di bawah hukum internasional, mereka harus melindungi dan menjamin kesejahteraan warga Gaza. Namun sebaliknya, warga Gaza justru dikurung di daerah kumuh beracun sejak lahir hingga meninggal.”

Setidaknya 62 warga Gaza gugur dan ribuan lainnya terluka dalam aksi pada Senin (14/05) lalu. Aksi damai itu digelar dalam rangka memperingati 70 tahun Nakbah dan menolak peresmian Kedubes AS di Al-Quds.

Aksi serupa juga telah dimulai sejak 30 Maret lalu. Hingga saat ini, total pasukan Israel telah membunuh 106 warga Palestina – termasuk 15 anak-anak. Sementara lebih dari 12.000 lainnya terluka, di mana 3.500 orang terkena luka tembak peluru tajam. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi