Home / Berita / Internasional / Asia / Menlu AS Kepada Menlu Saudi: Stop Boikot Qatar!

Menlu AS Kepada Menlu Saudi: Stop Boikot Qatar!

Menlu AS Mike Pompeo (kiri) dan Menlu Saudi Adel Al-Jubeir. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Riyadh. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang baru, Mike Pompeo, melakukan kunjungan pertamanya ke Riyad, Arab Saudi. kunjungan tersebut mempertemukannya dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir.

Dikutip surat kabar New York Times (NYT), Pompeo ke Riyadh dengan membawa pesan agar krisis Teluk segera diakhiri. Menurut seorang pejabat di Kemenlu AS, pesan itu disampaikan kepada Al-Jubeir, Sabtu (28/04) kemarin.

Lebih lanjut, pesan tersebut juga disampaikan Pompeo saat bertemu dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, pada malam harinya. Bahkan pesan untuk mengakhiri krisis juga akan disampaikan kepada Raja Salman dalam pertemuan hari ini, Ahad (29/04).

Menurut NYT, pesan itu disampaikan Pompeo kepada Al-Jubeir secara jelas dan sederhana. Disebutkan, pesan itu tidak jauh dari pernyataan agar pemboikotan terhadap Qatar segera diakhiri.

Arab Saudi menjadi negara pertama yang dikunjungi Pompeo sebagai Menlu AS. Di saat yang sama, muncul spekulasi bahwa Saudi akan membuat parit laut yang akan memisahkan daratan Saudi dengan Qatar.

Selain itu, pesan Pompeo juga disebut atas restu dari Presiden AS Donald Trump. Hal ini mengingat dukungan Trump kepada Emir Qatar saat mereka bertemu di Gedung Putih beberapa waktu lalu.

NYT melanjutkan, Washington sangat ingin agar pemboikotan Qatar segera diakhiri. AS menilai, menekan Iran, memberantas ISIS, mengatasi bencana akibat serangan Saudi di Yaman, lebih menjadi prioritas.

Konferensi Pers Bersama

Sementara itu, saat konferensi pers bersama dengan Al-Jubeir, Pompeo menegaskan pentingnya persatuan Teluk. “Persatuan di Teluk sangat penting dan harus diwujudkan,” katanya, seperti dilansir Aljazeera.

Selain itu, Pompeo mengaku telah membahas beberapa isu di Riyadh. Di antaranya soal nuklir Iran, situasi di Yaman, Suriah dan Libya. Bahkan Menlu AS yang baru itu menyebut Saudi sebagai mitra utama AS.

Pada gilirannya, Adel Al-Jubeir menyebut negaranya mendukung semua kebijakan Presiden Donald Trump dalam menghadapi Iran. Bahkan ia menyebut Iran harus diberi lebih banyak sanksi karena dukungannya pada teroris. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan Tegaskan Turki Tidak Menderita Krisis Ekonomi

Organization