Home / Berita / Internasional / Asia / Kejuaraan Debat Internasional Bahasa Arab; Turki Juara, Indonesia Tim Non-Arab Terbaik

Kejuaraan Debat Internasional Bahasa Arab; Turki Juara, Indonesia Tim Non-Arab Terbaik

Tim Turki keluar sebagai juara dalam ajang Debat Internasional Sekolah Bahasa Arab. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Doha. Turki dinobatkan sebagai juara dalam ajang Debat Internasional Sekolah Bahasa Arab yang digelar di Qatar. Kemenangan ini diraih setelah berhasil menyingkirkan perwakilan Lebanon.

Dilansir Aljazeera.net, Kamis (12/04), setelah tim Turki turun dari podium, presiden mereka, Recep Tayyip Erdogan dengan segera menghubungi dan mengucapkan selamat.

Setelah Turki dan Lebanon, pada posisi tiga dan empat diraih oleh tim dari Oman dan Pakistan. Sementara perwakilan Kuwait, Rayan Moayad Sayed Abdul Wahab Al Rifai, dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori pembicara perempuan terbaik.

Tim Indonesia juga turut andil dalam kejuaraan yang digelar dari tanggal 07 s/d 11 April tersebut. Setidaknya Indonesia berjaya sebagai tim non-Arab terbaik, serta mendapat pembicara non-Arab terbaik.

Pada putaran final, debat yang diselenggarakan  Qatar Debates itu mengambil tema “Intervensi Dan Sikap Politik Negara Besar Sebagai Sebab Utama Kemerosotan Negara-Negara Dunia Ketiga.” Tim Turki bertindak sebagai tim yang mendukung (pro), sementara tim Lebanon sebagai tidak mendukung (kontra).

Sebelumnya, pada tahun 2014 tim Turki juga telah memenangkan ajang ini. Sementara tahun 2018 kali ini, ajang debat diikuti oleh 15 negara Arab dan 35 negara non-Arab.

Ajang seperti ini telah rutin setiap tahunnya di gelar oleh Qatar sejak tahun 2011 lalu. Qatar Debates Center sendiri merupakan lembaga yang bernaung di bawah Qatar Foundation untuk pendidikan dan sains. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Iran Sebut Makkah dan Madinah Milik Umat, Bukan Milik Keluarga