Home / Berita / Internasional / Eropa / Pengadilan di Jerman Larang Kumandang Adzan Jumat dengan Pengeras Suara

Pengadilan di Jerman Larang Kumandang Adzan Jumat dengan Pengeras Suara

Terdapat 2500 Masjid yang tersebar di seluruh wilayah Jerman. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Berlin. Pengadilan di Jerman memerintahkan sebuah masjid di barat laut negara itu untuk tidak mengumandangkan Adzan Jumat melalui pengeras suara. Diketahui, perintah tersebut berdasarkan tuntutan hukum yang diajukan sepasang suami istri yang tinggal di dekat Masjid dimaksud.

Dilansir dari Aljazeera.net, Sabtu (03/02/2018), Pengadilan Tata Usaha Gelsenkirchen menilai, pemerintah kota tidak memeriksa permintaan yang diajukan penduduk muslim tahun 2013 sebagaimana mestinya. Namun, pihak pengadilan juga mengatakan, pihaknya tidak melarang muslim untuk mengajukan permintaan baru.

Sementara itu, pasangan suami istri yang mengajukan tuntutan tersebut diketahui adalah pemeluk Nasrani. Mereka mengaku, suara adzan melanggar hak-hak beragama mereka.

Sedangkan Husein Turget, pengurus masjid dimaksud mengatakan, keputusan pengadilan sangat mengecewakan. “Kumandang Adzan hanya berlangsung dua menit pada pukul 13:00 di hari Jumat saja. Selama ini tidak ada keluhan yang masuk ke kami. Kami juga punya tetangga Jerman yang mungkin hanya berjarak 10 meter saja dari masjid,” jelasnya.

Menurut data, terdapat 2500 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Jerman. Disebutkan, sentimen anti-Islam dan dukungan terhadap kebijakan anti-imigran mengalami peningkatan di Jerman. Hal itu disebut-sebut akibat masuknya satu juta imigran dari Suriah, Irak dan negara Islam lainnya ke sana. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit