
dakwatuna.com – Riyadh. Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi, Adil al-Jubeir, menyebut milisi Syiah Hizbullah Lebanon yang menembakkan rudal ke arah ibukota negaranya, Riyadh. Ia menyebutkan, tindakan itu sama dengan menabuh genderang perang pada Saudi.
Dilansir dari Aljazeera.net, Selasa (07/11/2017), al-Jubeir menyebut bahwa rudal yang ditembakkan adalah buatan Iran. Menurutnya, rudal tersebut ditembakkan dari salah satu wilayah Yaman yang dikuasai Milisi Syiah Houtsi.
Saat wawancara dengan CNN, al-Jubeir menyalahkan Hizbullah Syiah atas pengunduran diri PM Libanon, Saad al-Hariri. Ia menyebutkan, al-Hariri saat ini telah sampai pada tahapan yang ‘cukup’.
Al-Jubeir juga membantah tudingan bahwa Saudi yang memaksa al-Hariri untuk mengundurkan diri. Menurutnya, ulah tingkah Hizbullah di Libanon selama bertahun-tahunlah yang membuat al-Hariri mengundurkan diri.
Sebelumnya, melalui postingan di twitter, al-Jubeir menyebut intervensi Iran sangat membahayakan negara-negara tetangga. Intervensi itu juga mempengaruhi keamanan dan kedamaian internasional. Arab Saudi, katanya, tidak akan membiarkan segala pelanggaran mengusik keamanan nasionalnya.
Al-Jubeir menegaskan, negaranya berhak untuk membalas segala tindakan permusuhan Iran pada waktu yang tepat. Sementara Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyebut, Saudi menyerahkan tanggungjawab atas konsekuensi perangnya pada Iran. (whc/dakwatuna)
Sumber: Aljazeera
Redaktur: William
Beri Nilai: