Home / Berita / Internasional / Asia / Putin Teken Pemberlakuan Sanksi Bagi Korut

Putin Teken Pemberlakuan Sanksi Bagi Korut

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (vanityfair.com)

dakwatuna.com – Moskow. Presiden Rusia, Vladimir Putin, meneken dekrit pemberlakuan sanksi bagi Korea Utara (Korut). Dilansir dari aa.com.tr/ar, Selasa (17/10/2017), diantara sanksi tersebut adalah penghentian kerja sama ilmiah antar kedua negara.

Disebutkan, keputusan tersebut diteken dalam rangka pelaksanaan terhadap resolusi internasional yang dikeluarkan pada November 2016. Sedangkan resolusi internasional itu sendiri dijatuhkan setelah Korut melakukan uji coba rudal nuklir.

Lebih lanjut, di antara dekrit yang diteken juga termasuk pembatasan yang diberlakukan bagi 11 warga negara Korut. Serta menetapkan berbagai jenis bahan dan barang yang dilarang untuk diekspor ke Korut.

Terkait penghentian kerja sama ilmiah, disebut-sebut akan dilakukan jika hal itu akan menunjang pengembangan produk-produk terlarang.

Seperti diwartakan, Rusia dan Tiongkok tampak mendukung sanksi PBB terhadap Korut. Bedanya, Rusia menjamin sanksi tidak akan merugikan warga biasa. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Putin: Hubungan Rusia – Tiongkok Capai Rekor Tertinggi