Home / Berita / Internasional / Asia / Dalam Rangka Tiga Tahun Masa Jabatan Presiden, Ini Hal Penting yang Disampaikan Erdogan

Dalam Rangka Tiga Tahun Masa Jabatan Presiden, Ini Hal Penting yang Disampaikan Erdogan

Presiden Erdogan saat diwawancarai dalam rangka tiga tahun masa jabatan presiden. (trt.net.tr/ar)

dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menggelar wawancara televisi di Ankara pada Rabu (31/08/2017). Wawancara bersama Channel TRT News dan jurnalis, Oğuz Haksever itu dalam rangka tiga tahun masa jabatannya sebagai Presiden.

Pembantaian Muslim di Rakhine Myanmar, tidak luput dari perhatian Presiden Erdogan. “Kami mengutuk keras tindak kekerasan di Rakhine Myanmar,” katanya. Ia juga menegaskan, negaranya akan mengekspresikan sikapnya kepada institusi internasional yang bersangkutan serta kepada PBB.

Lebih lanjut, ia menekankan negaranya akan mempercepat inisiatif dan mengambil langkah-langkah penting yang diperlukan Muslim di Rakhine.

Sebelumnya Dewan Rohingya di Eropa (ERC), mengumumkan setidaknya tiga ribu muslim rohingya tewas akibat serangan tentara Myanmar dalam waktu tiga hari saja. Sejak sepekan terakhir, bentrokan terus terjadi di Provinsi Rakhine.

Bentrokan ini terjadi setelah kelompok bersenjata melancarkan serangan pada Kamis tengah malam pekan lalu.

Selain membahas kekerasan di Rakhine, Presiden Erdogan juga membicarakan hal penting lainnya. Menurutnya, selama ini Turki telah memberikan advokasi dan bantuan kepada setiap yang membutuhkan di seluruh dunia.

Erdogan menegaskan, Turki telah menjadi negara kedua di dunia setelah AS dalam hal memberikan bantuan kepada negara-negara berkembang.

“Turki saat ini memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, pakaian dan bantuan kemanusiaan lainnya kepada yang membutuhkan dan negara miskin. Sebagian didistribukan melalui pesawat kargo, sebagian lain melalui kapal. Ini untuk Palestina, ini untuk Gaza. Kami masih terus memberikan bantuan kemanusiaan dan akan terus begitu di masa mendatang. Inilah perilaku yang sesuai dengan Turki,” katanya.

Terkait Krisis Qatar, Presiden Erdogan memandang penting mengakhirinya pasca Idul Adha. “Penjaga Dua Tempat Suci (Raja Salman, red) merupakan sesepuh kami. Ia juga menduduki status saudara tertua di antara negara-negara Teluk. Maka dari itu, tepat baginya untuk mengakhiri krisis setelah Idul Adha,” lanjutnya.

Terkait penistaan Masjid Al-Aqsha oleh zionis Israel, Presiden Turki menyebut situasi saat ini belum tenang. Menurutnya, saat terjadi masalah di Masjid Al-Aqsha, pihaknya melakukan kontak diplomatik intensif untuk menyelesaikan masalah itu. (whc/dakwatuna)

Sumber: TRT News

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Pecahkan Kaca dengan Kepala, WN Turki Ini Selamat dari Serangan Teroris di Selandia Baru

Organization