Home / Berita / Internasional / Asia / Menhan Qatar: Krisis Teluk Hanya Selesai dengan Dialog

Menhan Qatar: Krisis Teluk Hanya Selesai dengan Dialog

Menteri Pertahanan Qatar, Khalid Al-Attiyah. (mubasher.aljazeera.net)

dakwatuna.com – Doha. Menteri Pertahanan (Menhan) Qatar, Khalid Al-Attiyah mengungkapkan, krisis Teluk merupakan perbedaan politik yang mendalam, dan hanya bisa diselesaikan dengan dialog.

“Pilihan intervensi militer sangat jauh kemungkinannya karena berbagai sebab. Tapi krisis Teluk ini cukup mendalam. Setiap kali kita menunda untuk duduk dan dialog, masalah yang ada akan semakin banyak,” jelasnya kepada Al-Jazeera, Senin (31/07/2018).

Ia menegaskan, perundingan menuntut pencabutan boikot dan tidak menyentuh kedaulatan Qatar terlebih dahulu. Hal itulah yang menurutnya juga disampaikan Amir Qatar, Syeikh Tamim Al Tsani dalam pidatonya beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Menhan Qatar tersebut juga membantah tudingan Menlu Bahrain kepada militer Qatar.

Sebelumnya, Menlu Bahrain Syeikh Khaled Al Khalifah menuding Qatar sengaja mengalihkan koordinat pasukan Koalisi Arab di Maarib Yaman kepada Syiah Houtsi.

Dalam bantahannya, Menhan Al-Attiyah menjelaskan, “Syeikh Khaled Al Khalifah tidak benar. Pasukan Qatar tidak pernah berada di Maarib. Tugasnya (militer Qatar, red) adalah melindungi tujuh titik di perbatasan selatan Arab Saudi. Para anggota pasukan Qatar juga tidak menginjakkan kaki di Maarib.”

Selain itu, Al-Attiyah juga kembali menegaskan keterbukaan negaranya untuk melangsungkan dialog dengan negara-negara saudara. Ia menekankan, setiap penundaan untuk berdialog akan menimbulkan permasalahan lain di Kawasan Teluk yang tentu tidak menguntungkan kepentingan semua pihak.

Al-Attiyah juga menyeru negara-negara pemboikot Qatar untuk memperbaiki kesalahan guna menjaga integritas Dewan Kerjasama Teluk. “Dewan Kerjasama merupakan pilar stabilitas di Kawasan yang memiliki konflik,” katanya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera Mubasher

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Qatar Kepada AS: Palestina Menanti Solusi Politik Yang Adil

Organization