Home / Berita / Internasional / Menhan Qatar: Angkat Boikot atau Hukum Berbicara

Menhan Qatar: Angkat Boikot atau Hukum Berbicara

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Menteri Pertahanan Qatar, Khalid bin Muhammad Al-Atiyyah, mengatakan bahwa seluruh perundingan dan negosiasi damai tidak akan berjalan jika koalisi empat negara teluk tidak mencabut boikot mereka terhadap Qatar.

Menhan Qatar, Khalid bin Muhammad Al-Atiyyah
Menhan Qatar, Khalid bin Muhammad Al-Atiyyah

Pernyataan Menhan Qatar ini dirilis ketika wawancara dengan stasiun berita “Russia Today”. Pernyataan ini dirilis kembali secara rinci melalui Qatar News Agency, Selasa (25/07/2017).

Dia menambahkan jika keempat negara ini tidak segera mencabut boikot mereka, maka Qatar akan membawa kasus ini ke ranah hukum internasional. Hal ini dilakukan untuk mengakhiri boikot koalisi empat negara teluk yang telah berlangsung hampir dua bulan.

Al-Atiyyah memungkiri adanya rencana pemindahan beberapa armada Amerika Serikat dari negaranya. Dia juga memungkiri pihaknya mempercepat pengiriman tentara Turki ke Qatar untuk menghadapi ekspansi militer ke Doha.

Bergantung Kepada AS

Menhan Qatar menyampaikan bahwa koalisi empat negara teluk sangat bergantung pada sikap dan keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sedangkan faktanya Amerika Serikat adalah negara yang kuat dan kebijakan mereka secara tegas mendukung Qatar.

Dia juga menegaskan bahwa hubungan Qatar-AS terjaga dengan baik. Kehadiran tentara militer Turki dan militer Amerika di Qatar tidak menggambarkan apapun tentang hubungan Qatar-AS.

Tentang partisipasi Qatar dalam Koalisi Arab di Yaman dan dikeluarkannya Qatar dari koalisi ini sejak dimulainya pemboikotan oleh empat negara teluk pada 5 Juni lalu, Al-Atiyyah menjelaskan, “Kami yakin bahwa kejadian di Yaman akan segera terselesaikan secara birokrasi tanpa ada campur tangan pihak lain.”

Dia dengan tegas membenarkan bahwa mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, dan kelompok Houthi telah membuat ancaman sedemikian rupa kepada Saudi Arabia.

Al-Atiyyah mengatakan, “Qatar tidak mungkin kerjasama dengan suatu kelompok yang memiliki agenda terselubung di Yaman. Kelompok ini telah membunuh Abdullah Saleh dan di waktu yang bersamaan membesarkan anaknya di wilayah mereka.” Perkataan Al-Atiyyah ini mengarah kepada UEA meskipun tidak menyebut nama negara secara langsung.

Menhan Qatar berterima kasih terhadap seluruh bantuan yang diberikan oleh Iran. Bantuan Iran yang dimaksud adalah akses udara serta bantuan bahan makanan selama pemboikotan berlangsung

Dan puncaknya pada 5 Juni lalu, koalisi empat negara teluk memutus seluruh hubungan diplomatik mereka dengan Qatar. Mereka juga mengumumkan secara resmi bahwa empat negara teluk memboikot seluruh akses udara, bumi, dan laut dengan Qatar. (js/dakwatuna)

sumber: rassd.com

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Pesan Menlu AS di Abu Dhabi: Hentikan Boikot Qatar dan Perang Yaman

Organization