Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Pengamat Rusia Ini Sebut Satu-satunya Negara yang Mampu Cegah Konflik Bersenjata di Teluk

Pengamat Rusia Ini Sebut Satu-satunya Negara yang Mampu Cegah Konflik Bersenjata di Teluk

Bendera negara-negara Teluk. (almokhtsar.com)

dakwatuna.com – Moskow. Pengamat Timur Tengah asal Rusia, Yelena Suponina mengatakan, Turki merupakan satu-satunya negara yang mampu mencegah terjadinya konflik bersenjata di antara negara-negara teluk.

Penyataan Suponina ini diungkapkannya di hadapan wartawan yang membahas tentang peran Turki dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antara Qatar dengan beberapa negara teluk, Selasa (27/06/2017).

“Krisis Teluk akan semakin membesar pasca Idul Fitri. Kemungkinan adanya kontak militer di antara pihak yang terlibat, bisa terjadi. Tapi upaya untuk meredam ketegangan juga masih terus berlangsung. Dan Turki adalah satu-satunya negara yang mampu mencegah pihak-pihak terkait menggunakan kekuatan militer teradap pihak lain,” kata Suponina.

Lebih lanjut, Ketua Penasihat Pusat Penelitian Strategis Rusia itu menambahkan, “Kita tidak boleh lupa bahwa Turki mendukung Qatar baik secara politik maupun militer. Arab Saudi dan Bahrain mengetahui hal itu, dan mempertimbangkan kekuatan Turki di kawasan tersebut.”

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, negara-negara pemboikot telah mengajukan dokumen yang berisi 13 tuntutan yang harus dipenuhi oleh Qatar. Di antara tuntutan itu adalah penutupan pangkalan militer Turki di Qatar.

Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sangat berterima kasih jika Qatar menolak untuk memenuhi tuntutan itu. Erdogan juga menyebut, tuntutan itu bertentangan dengan kedaulatan sebuah negara.

Bahkan, Presiden Turki itu juga menegaskan, negaranya akan tetap mendukung Qatar dalam menghadapi pemboikotan. Selain itu, Turki juga mendukung upaya Kuwait dalam menyelesaikan krisis, tambahnya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Turk Press

Redaktur: William

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Qatar Kepada AS: Palestina Menanti Solusi Politik Yang Adil

Figure
Organization