Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Anak Kita, dalam Bingkai Pertumbuhan dan Perkembangan

Anak Kita, dalam Bingkai Pertumbuhan dan Perkembangan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Yusuf Wibisono / ucuy.blogspot.com)
Ilustrasi. (Yusuf Wibisono / ucuy.blogspot.com)

Apa sih perbedaan pertumbuhan dan perkembangan?

dakwatuna.com – Arief (2009) mendefinisikan  pertumbuhan sebagai perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi, tingkat sel organ maupun individu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa pertumbuhan adalah komponen kuantitatif yang secara dinamis berubah pada diri, dalam hal ini manusia. Masih dalam reference yang sama, perkembangkan diartikan sebagai bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.

Dari pengertian di atas kita dapat memahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua komponen yang beriringan melaju secara dinamis dalam setiap satuan waktu kehidupan manusia, khususnya anak kita. Perbedaannya lebih pada sifat kuantitatif dan kualitatifnya. Jika pertumbuhan dapat dipantau melalui alat ukur yang dapat divalidasi secara periodik, tidak demikian pada perkembangan. Perkembangan tak dapat dituliskan dalam angka-angka, namun dapat dijabarkan melalui deskripsi tertulis.

Anak kita terus bertumbuh dan berkembang

Seiring waktu yang bergulir, anak kita pun terus tumbuh dan berkembang. Periode tumbuh kembang anak terbagi menjadi lima menurut Kartini Kartono (1979), yaitu periode bayi, kanak-kanak, anak-anak, remaja, dan masa pubertas awal. Semuanya itu memiliki indikator masing-masing untuk kemudian dapat mengategorikan seorang anak mengalami tumbuh kembang baik atau tidak. Disisi lain pertumbuhan dan perkembangan yang baik ditentukan oleh berbagai faktor. Faktor tersebut yang kemudian menjadi bingkai bagaimana wujud tumbuh kembang anak kita.

Faktor tersebut antara lain psikologis, kestabilan kondisi politik (dan sosial), gizi, kesehatan, keturunan, serta aspek lingkungan hidup lainya (Bogin, 1997). Sebagaimana kita tahu bahwa tinjauan psikologis pada seseorang meliputi aspek kejiwaan dan tingkah laku terkait lingkungan. Dengan demikian faktor psikologis memegang peranan penting kaitannya dengan tumbuh kembang anak. Bagaimana anak belajar, makan, bermain, dan semua aktivitasnya yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap capaian tumbuh kembang anak.

Kestabilan politik suatu negara juga memiliki andil dalam mewujudkan masyarakat yang  anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. Ketidakstabilan politik dan sosial berkaitan erat dengan ancaman peperangan, krisis ekonomi, krisis pangan, hingga buruknya akses terhadap pendidikan. Strong government and strong nation menjadi sangat penting untuk menciptakan kestabilan politik agar anak bangsa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Faktor gizi memainkan peranan yang sangat penting sejak janin masih dalam kendungan Ibu. Bagaimana Ibu yang tercukupi gizinya akan berpengaruh pada proses pertumbuhan janin yang baik. Kemudian ketika bayi lahir, seorang bayi diberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif enam bulan pertama dan diberi makanan tambahan pendamping ASI hingga dua tahun. Pemberian ASI tersebut akan sangat bergantung  pada makanan apa saja yang dicerna ibu. Karena semakin bergizi makanan, maka produksi ASI makin bagus pula. Berlanjut ke tahap selanjutnya. Bagaimana seorang anak sangat membutuhkan sumber protein tinggi untuk memacu tumbuh kembangnya. Hingga pada akhirnya menjadi dewasa dan lansia, pun seseorang akan selalu bergantung pada faktor gizi. Penuaan, morbiditas (kesakitan), dan mortalitas (kematian) semua itu berkaitan erat dengan terpenuhinya kebutuhan gizi seseorang secara baik.

Gizi sangat bersinggungan dengan kesehatan. Namun demikian, faktor kesehatan secara lebih luas juga memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak. Apakah itu terkait asap rokok, kebiasaan olahraga, konsumsi obat-obatan, dan hal lain yang berkaitan dengan kesehatan anak kita. Semakin sering anak kita sakit, maka jelas ini akan mengganggu tumbuh kembangnya.

Sementara itu faktor yang paling sering dilupakan terkait tumbuh kembang anak adalah keturunan. Sebagaimana kita tahu sifat menurun (genetis) dari kedua orang tua akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Hauspie (1980) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa pertumbuhan yang sangat cepat dipengaruhi faktor genetis. Sebaliknya, keterlambatan pertumbuhan (dan perkembangan) juga sangat dipengaruhi oleh genetis. Sebegitu minimnya kepedulian kita terhadap faktor ini. Sering kali kita tak menyadari bahwa kita sebagai orang tua (atau calon) memegang kendali penting dalam tumbuh kembang anak. Bagaimana menjadikan anak kita cerdas, bertubuh ideal, memiliki daya tahan tubuh yang baik, itu semua ditentukan juga oleh orang tua, sadarkah?

Jadi sangat disayangkan jika ada orang tua yang masih beranggapan bahwa perilaku tidak sehat semacam merokok dan mengonsumsi alkohol hanya berdampak pada dirinya, hingga orang lain tak perlu ikut campur. Tentu hal itu salah besar, sebagaimana penelitian Farkhunda et al. (2012), perilaku merokok berpengaruh pada kualitas dan kuantitas sperma. Hal tersebut diindikasikan dengan penurunan pergerakan (motilitas) sperma dan menurunnya persentase sperma normal. Demikian pula pada perempuan, perilaku mengonsumsi alkohol berpengaruh pada kehamilan, berupa bayi dengan berat lahir rendah; bermasalah dengan konsentrasi, belajar, makan, tidur, membutuhkan perawatan medis yang lebih, dan bermasalah dengan kepribadiannya (United Nation Department of Health and Human Service, 2012).

Tentu hanya orang tua dan calon orang tua yang baik sajalah yang akan terketuk mempersiapkan diri agar tumbuh kembang anaknya dapat optimal. Terutama dengan lebih memperhatikan faktor gizi, kesehatan, dan keturunan yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Lalu, apa lagi yang ditunggu? Sekaranglah waktunya untuk lebih peduli menjaga diri agar gen baik saja yang terwariskan pada anak kita, juga menjaga gizi dan kesehatan agar anak kita tumbuh dan berkembang hebat.  (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Mahasiswa Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM angkatan 2012. Merupakan Presiden Mahasiswa BEM KM UGM 2016, Menteri Advokasi Kemasyarakatan BEM KM UGM 2015, Presiden Mahasiswa BEM FK UGM 2014, dan Mahasiswa Berprestasi Utama FK UGM 2014.

Lihat Juga

Sumber: Emir Qatar Tidak Akan Hadir KTT Teluk 2018 di Riyadh

Organization