Topic
Home / Keluarga / Kesehatan / Benarkah Anak Obesitas Berisiko Sakit Jantung?

Benarkah Anak Obesitas Berisiko Sakit Jantung?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (huffpost.com)
Ilustrasi. (huffpost.com)

dakwatuna.com – Dewasa ini penyakit jantung merupakan momok mengerikan di dunia kesehatan. Di Indonesia sendiri menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013, secara umum terjadi peningkatan kasus Penyakit tidak menular terasuk di antaranya penyakit jantung. Dalam penyakit jantung sendiri dikenal istilah Faktor risiko kardiovaskular, yaitu seperti obesitas, merokok, kurang aktivitas dan usia tua yang dipercaya ikut andil dalam meningkatkan insiden gangguan jantung.

Faktor risiko yang seringkali diperhatikan banyak kalangan saat ini adalah obesitas. Menurut beberapa orang faktor yang berpangkal dari asupan harian ini merupakan faktor yang paling mudah untuk dikendalikan. Banyak program diet yang dianut oleh beberapa keluarga untuk menjaga asupan makanan sehari-hari, di antaranya bahkan menerapkan pula pola diet pada anak-anak mereka demi menghindari obesitas dan gangguan jantung. Namun bagaimanakah seharusnya menyikapi obesitas?

Pada penelitian tentang hubungan obesitas pada anak dan risiko sakit jantung saat dewasa tahun 2011 yang dimuat dalam new england medical journal (NEMJ) dibuktikan bahwa tidak ada kaitan antara keduanya. Penelitian yang dilakukan oleh empat lembaga studi jantung dan pembuluh darah terkemuka ini mengambil sampel anak-anak yang termasuk dalam kategori obesitas dan kategori normal dilihat dari nilai indeks masa tubuh (IMT). Kedua kelompok tersebut diikuti perkembangannya hingga dua puluh tahun kedepan dan ditentukan kembali kelompok obesitas dan yang tidak, serta dilakukan pula pengukuran terhadap materi-materi yang terkait dengan gangguan jantung, misalnya seperti Tekanan darah atau kolesterol. Dari penelitian tersebut mendapat hasil bahwa orang yang masa kanaknya tergolong obesitas, namun dewasanya normal memiliki risiko gangguan jantung yang rendah sama dengan orang yang masa kanak dan dewasanya tidak obesitas. Sedangkan orang yang masa kecilnya normal, tetapi dewasanya obesitas memiliki risiko gangguan jantung yang tinggi sama dengan orang yang masa kanak dan dewasanya obesitas.

Hal ini memberikan informasi pada kita bahwa kondisi obesitas maupun tidak pada anak-anak kita tidak berpengaruh terhadap gangguan jantung, kecuali bila pada masa dewasa tergolong obesitas. Beberapa ahli justru menyatakan pola diet yang membatasi asupan makanan pada masa kanak-kanak akan membuat masa pertumbuhannya tidak optimal. Meskipun obesitas pada anak tidak menyebabkan gangguan jantung, namun yang terbaik adalah tetap memberikan asupan yang sesuai dan seimbang pada anak-anak kita.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Seorang dokter di RS Swasta dan Puskesmas di jakarta yang sedang melanjutkan pendidikan spesialisasi di Semarang.

Lihat Juga

7 Manfaat Traveling saat Libur Kuliah Bareng Teman-Teman

Figure
Organization