Home / Berita / Nasional / Aksi Pengendara Sepeda Hadang Konvoi Moge Ramaikan Dunia Maya

Aksi Pengendara Sepeda Hadang Konvoi Moge Ramaikan Dunia Maya

Aksi pengendara sepeda
Aksi pengendara sepeda menghadang konvoi moge di jogjakarta. (dream.co)

dakwatuna.com – Yogyakarta. Aksi pengendara sepeda ini terbilang berani. Seorang diri dan hanya bermodalkan sepeda yang dikayuhnya, Elanto Wijoyono, 32 tahun, warga Yogyakarta nekat menghentikan ikonvoi motor gede di simpang Condong Catur, Yogyakarta, pada Sabtu, 15 Agustus 2015 yang lalu.

Aksinya ini merupakan buntut kekesalan atas sikap aparat kepolisian yang membiarkan aksi ugal-ugalan para pengendara moge. Rupanya hal serupa pernah dilakukan Elanto pada Tahun 2014, saat acara Jogja Bike Rendezvous digelar, Elanto juga melakukan aksi penghadangan. Namun hasilnya tak signifikan.

Tidak tanggung-tanggung, agar aksinya ini mendapat respon positif dari aparat kepolisian, sebelum melancarkan aksinya, ia mendatangi Direktorat Lalu Lintas Polda DIY dan polisi yang berjaga di pos simpang Condong Catur untuk meminta agar pengendara moge harus ditertibkan dan tak main serobot.

Oleh Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, pria kelahiran 23 September 1982 itu tidak diacuhkan, sehingga Elanto nekat menggelar aksi penghadangan. “Aturan berhenti saat lampu merah ini urusan sepele, tapi negara tak mampu mengawal, apalagi untuk urusan besar,” ujarnya.

Elanto mengatakan sempat berdebat sengit dengan salah seorang pengendara yang turun dari mogenya. “Awalnya bapak (pengendara moge) itu tanya, ‘kenapa dicegat, siapa kamu?'” ujar Elanto yang akrab disapa Joyo itu seperti dikutip dari Tempo.

Dalam video yang tersebar di YouTube terlihat seorang pengendara sepeda yang kemudian diketahui bernama Elanto Wijoyono, melakukan pembicaraan dengan polisi yang mengatur lalulintas, karena tidak mendapat respon, si pesepeda nekat menghadang konvoi moge karena saat itu lampu merah telah menyala.

Aksi ini terus dilakukannya kerap kali mendapati lampu merah menyala dan memberikan kesempatan kepada kendaraan dari arah lainnya yang untuk melaju.

Terlihat salah seorang pengendara moge turun dari motornya dan menantang aksi Elanto. Elanto mengatakan si pengendara moge yang berhadapan dengannya dengan ketus mengatakan, “Apa kamu tidak lihat kami dikawal polisi ?” ujar pria kurus berkacamata itu menirukan.

Elanto menimpali, “Fungsi patwal (patroli dan pengawalan) apa? Urusan kenegaraan kan, bukan acara hura-hura seperti ini.”  Si pengendara moge tak mau kalah memotong Elanto, “Ini acara negara juga!” ia membentak.

Elanto membalas, “Kenegaraan apa?”

Pengendara moge pun buru-buru menutup pembicaraan karena lampu lalu lintas menyala hijau tanda kendaraan harus jalan, “Acara 17 Agustusan,” ujarnya. (klik: https://youtu.be/PSNhwAkvWpI )

Sementara itu, dikutip dari cnnindonesia, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menjelaskan duduk perkara aksi pesepeda menghadang konvoi motor gede Harley-Davidson di perempatan Condong Catur Depok, Sleman, Sabtu (15/8).

Kabid Humas Polda DIY AKBP Any Pudjiastuti kepada CNN Indonesia menyatakan Panitia Jogja Bike Rendezvous 2015 telah menginformasikan kegiatan mereka kepada Kepolisian sekaligus mengajukan permohonan untuk pengamanan sepanjang konvoi dari salah satu hotel di Sleman menuju Prambanan.

“Oleh sebab itu ada voorijder paling depan untuk mengawal. Tujuannya supaya konvoi lancar. Berdasarkan peraturan, ikatan konvi memang tak boleh putus sekalipun oleh lampu merah. Itu dispensasi yang sudah tertuang dalam aturan,” kata Any.

Ketika Elanto menghadang para pengendara moge yang berkonvoi, ujar Any polisi lalu lintas telah mencoba memberi pengertian kepadanya. “Mengatur lalu lintas itu kewenangan petugas kami. Acuannya tetap menaati aturan lalu lintas,” kata dia.

Elanto, menurut Any, mengatakan kepada polisi bahwa ia ingin rambu lalu lintas ditaati oleh semua pengendara, termasuk moge. “Itu kami setuju, tak ada diskriminasi aturan. Jika pengendara menerobos lampu merah, itu salah. Tapi dalam konvoi, itu bukan kondisi normal,” ujarnya.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization